x

281 Alumni UIA Peusangan Diwisuda, 84 Diantaranya Lulusan S2

waktu baca 2 menit
Minggu, 19 Okt 2025 15:44 9 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN- Universitas Islam Aceh (UIA) mewisudakan 281 alumni dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXVII Tahun Akademik 2024/2025.

 

Prosesi wisuda tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Tgk Abdurrahman, UIA Peusangan Bireuen, Sabtu (18/10).

 

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Sekda Aceh, M Nasir SIP MPA, yang mewakili Gubernur Aceh H Muzakkir Manaf, Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Rusyidi Mukhtar SSos atau yang kerap disapa Ceulangiek, Ketua Kopertais Wilayah V Aceh, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Ketua DPRK Bireuen, Rektor Universitas Almuslim, pimpinan perbankan Bireuen dan Lhokseumawe, serta seluruh civitas akademika.

 

Wakil Rektor I Bidang Akademik UIA, Dr Dhiauddin MPd mengaku, dari total 281 lulusan, 84 orang berasal dari program Magister (S2) dan 197 orang dari program Sarjana (S1).

 

“Sebanyak 68 orang lulus dengan predikat Pujian (Cumlaude). Sementara 214 orang dengan raihan Sangat Memuaskan, dan 3 orang lainnya memperoleh Memuaskan.

 

Ia merincikan, ratusan lulusan yang diwisuda terdiri dari Magister Pendidikan Agama Islam 84 orang, Sarjana Pendidikan Agama Islam 57 orang, Sarjana Hukum Keluarga Islam 77 orang (terbanyak di jenjang S1), Sarjana Manajemen Pendidikan Islam 29 orang, Sarjana Pendidikan Bahasa Arab 24 orang, dan Sarjana Ekonomi Syariah 10 orang.

 

Sementara itu, Rektor UIA, Dr Nazaruddin MA, mengatakan, momen wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal untuk memasuki dunia nyata dengan tantangan yang lebih besar dan kompleks. Ini juga sebuah penegasan bahwa ijazah adalah bekal, bukan dermaga terakhir.

 

Rektor Nazaruddin juga menyoroti perkembangan lembaga yang terus bertransformasi di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan.

 

Ia juga membeberkan kronik perjalanan kampus dari STIT Almuslim (1985), menjadi STAI Almuslim (2010), berlanjut ke IAI Almuslim Aceh (2014), hingga akhirnya pada Oktober 2024 resmi diakui sebagai Universitas Islam Aceh berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 1258 Tahun 2024.

 

“Gelar yang diraih hari ini adalah hasil dari ketekunan dan doa tulus orang tua,” ujar Nazaruddin, seraya menekankan bahwa peran keluarga adalah jangkar bagi setiap pencapaian.

 

Saat ini, katanya, UIA telah memiliki enam program studi S1 dan dua program pascasarjana S2, dengan misi mencetak sumber daya manusia unggul dan berkarakter Islami. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x