x

430 Pengungsi Kuala Cangkoi Butuh Air Bersih dan Susu Bayi

waktu baca 1 menit
Rabu, 24 Des 2025 11:54 11 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSUKON : Sebanyak 430 jiwa warga Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, terpaksa mengungsi ke pinggir pantai. Pasalnya, rumah sudah hilang diterjang air dan sebagian mengalami kerusakan.

Mantan Geuchik setempat, Marzuki menyebutkan dari ratusan pengungsi tersebut, ada balita 36 orang dan puluhan anak-anak. Saat ini, kondisi pengungsi tinggal di tenda-tenda dan ada pula menempati berbentuk pondok dengan kayu dipancang kayu sebagai tiang, beratap plastic seadanya.

Dijelaskan, ada 90 unit rumah hilang diterjang air dan roboh. Sedangkan yang rusak ringan mencapai 99 unit. “Saat ini kami berharap kebutuhan air bersih di lokasi pengungsi Kuala Cangkoi, dapat terpenuhi,” katanya.

Menurut dia, peristiwa alam yang terjadi menimpa pemukiman warganya, merupakan kedua kalinya. Setelah tsunami, maka ini yang kedua. “Cerita dari pendahulu kami, belum pernah terjadi banjir seperti ini menimpa kawasan Kuala Cangkoi, Lapang. Tentunya trauma warga masih sangat terasa walau sudah 26 hari pasca banjir,” paparnya.

“Selain susu bayi, pengungsi sangat membutuhkan beras dan susu bayi,” katanya sembari menyebutkan untuk menjaga kesehatan bayi yang ada di kamp pengungsi.
Disinggung dampak lain terjadi pasca banjir, Marzuki didampingi beberapa perangkat gampong mengatakan telah timbul muara-muara baru sebanyak 14 titik. “ Kuala Cangkoi sendiri ada delapan muara baru,” ungkapnya. (ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x