
LHOKSUKON | RAKYAT ACEH – Seluruh Kabupaten Aceh Utara lumpuh total akibat bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, meluapnya air sungai Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, Krueng Nisam, sebanyak 44.350 jiwa mengungsi tersebar di 35 tirik. Selain itu, kerusakan sarana, prasaran serta infrastruktur, lahan pertanian, tambak dan perkebunan serta terendam pemukiman penduduk dan diperparah hilangnya jaringan internet (blackout/padam) yang menyebabkan tersendat proses evakuasi dan distribusi logistik ke lokasi pengungsian.

Pemerintah Aceh Utara meningkatkan status siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana banjir, melalui surat Nomor 360/851/2025 ditandatangani oleh H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa) Bupati Aceh Utara, berlaku 14 hari, terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025.
Update data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.
Sebanyak 19 Kecamatan terendam banjir, Tanah Jambo Aye (22 desa), Seuneddon (20), Baktiya (40), Muara Batu (10), Langkahan (8), Syamtalira Aron (14), Samudeta (7), Baktiya Barat (6), Lapang (11), Dewantara (16) Matangkuli (4), Bandar Baro (1), Lhoksukon (28), Pirak Timu (19), Sawang (5), Nibong (10), Tanah Luas (1) Murah Mulia (9), Kuta Makmur (7)
Jumlah korban terendam banjir sebanyak 46.830 jiwa (17.742 KK), Pengungsi 44.350 jiwa (14.713 KK) dan tersebar di 35 lokasi, Ibu Hamil 64 jiwa, balita 490 jiwa, lansia 526 jiwa, disabilitas 12 jiwa.
Kerusakan rumah, berat 13 unit, sedang 67 unit dan ringan 50 unit, 699 hektar sawah dan 571 hektar tambak terendam banjir
Dan 9 lokasi tanggul sungai jebol dan 1 unit jembatan krueng sawang putus.
Kebutuhan saat ini bantuan evakuasi dan penyelamatan, makanan pokok, bantuan logistik masa panik dan alat berat (ung)
Tidak ada komentar