Foto : Dampak banjir di Aceh Utara, sebuah mobil terbawa ke kawasan persawahan di kampong Dagang, Kecamatan Sawang. Pemerintah setempat menyebutkan 28 orang meninggal. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEHLHOKSUKON-RAKYAT ACEH – Memasuki hari keenam penetapan status Aceh Utara, darurat bencana akibat banjir, enam kecamatan masih terisolir.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli Minggu malam (30/11) menyebutkan 90 persen wilayah kabupaten yang memiliki 27 kecamatan lumpuh
total.
Ya, kerusakan infrastruktur publik, pemukiman penduduk, Fasilitas Pendidikan umum dan agama, sawah, tambak, pusat aktifitas pemerintahan dan kegiatan ekonomi masyarakat hancur akibat diterjang oleh banjir.
Lebih lanjut dijelaskan jaringan listrik dan komunikasi diwilayah Aceh Utara masih (blackout/padam. Transportasi jalan lintas nasional Lhokseumawe – Panton Labu berangsur membaik dah hanya tergenang di berapa titik yaitu Simpang Peurepok, Matang Panyang dan Matang Sijuek Kecamatan Baktiya dan Baktiya Barat setinggi air 30 cm.
Sedangkan jalan Kecamatan dan Desa serta pemukiman penduduk masih digenangi air dan lumpur.
“Logistik sudah mulai didistribusikan ke Kecamatan dan keseluruh titik pengungsian.
Update data sementara dari BPBD Aceh Utara. Ahad, 30/11/2025 Pukul.18.00 WIB.
* Korban banjir terdampak 119.830 dengan jumlah Kepala Keluarga (41.135 jiwa)
* Pengungsi 107.305 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (32.547jiwa
* Meninggal 78 jiwa dan hilang 51 jiwa
* Lokasi Pengungsian tersebar di 221 titik
* Pengungsi Prioritas, Ibu Hamil 71 jiwa, balita 573 jiwa, lansia 582 jiwa dan disabilitas 12 jiwa.
Jumlah Kerusakan,
* Kerusakan rumah, berat 66 unit, sedang 67 unit dan ringan 60 unit
* Sawah terendam 12.782 hektar dan Tambak 10.653 hektar
* Tanggul rusak 57 titik
* Jembatan rusak 27 unit
* Sekolah rusak 101 unit
* Box Culver ruas jalan paya Bakong – Pante Bahagia
Adapun kecamatan yang masih terisolasi adalah Kecamatan Langkahan, Seuneddon, Baktia, Baktia Barat, Pirak Timu, Lapang, Samudera, Tanah Pasir dan Sawang (ung)
Tidak ada komentar