Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) H. Muhammad Wali,S.E., M.M., didampingi Anggota DPRK Lhokseumawe Hj. Nurhayati Aziz melakukan reses ke-3 tahun 2025 untuk menyerap aspirasi masyarakat berlangsung di Ocean Coffee Lhokseumawe, Kamis (2/10). ARMIADI/RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Dalam rangka pelaksanaan Reses ke-3 tahun 2025, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Muhammad Wali, S.E., M.M., turun langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) V Aceh Utara– Lhokseumawe untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Ocean Coffee, Kota Lhokseumawe, Kamis (2/10), dan turut didampingi Anggota DPRK Lhokseumawe, Hj. Nurhayati Aziz.

Keduanya merupakan legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Momentum reses ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, harapan, maupun persoalan yang mereka hadapi di tingkat lokal.
Hj. Nurhayati Aziz, yang juga menjabat Ketua DPC PKB Lhokseumawe, menyatakan bahwa reses merupakan sarana efektif untuk membangun komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen.
“Selama ini masyarakat mungkin hanya mengenal nama wakilnya. Namun hari ini, mereka bisa berdiskusi langsung dengan Bapak Muhammad Wali, anggota DPRA yang mewakili mereka di provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Wali mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dan menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat provinsi.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Lhokseumawe. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan dalam forum-forum pembahasan di DPRA,” tegasnya.
Ia menambahkan, fokus utamanya sebagai anggota dewan adalah mendorong program-program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan rakyat, seperti peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur desa.
Dalam forum dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, antara lain.
Permohonan bantuan untuk kelompok Majelis Taklim di Gampong Lancang Garam, termasuk penyediaan seragam dan fasilitas pendukung kegiatan keagamaan.
Dukungan pengadaan sumber air bagi kelompok petani hidroponik.
Peningkatan infrastruktur desa. Kemudian bantuan modal usaha untuk warga Gampong Tumpok Teungoh.
Menanggapi berbagai usulan itu, Muhammad Wali menyatakan akan menindaklanjuti sesuai kewenangan dan tingkatan pemerintahan yang berwenang.
“Jika itu menjadi tanggung jawab provinsi, akan saya perjuangkan di DPRA. Namun bila ranahnya berada di level kota, saya akan berkoordinasi dengan DPRK, termasuk dengan Ibu Nurhayati yang hadir bersama kita hari ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, Reses ke-3 anggota DPRA dijadwalkan berlangsung sejak 1 hingga 10 Oktober 2025. Selama masa reses, para legislator turun langsung ke dapil masing-masing untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran ke depan. (adi/ra)
Tidak ada komentar