x

Wali Nanggroe Aceh Dukung Penuh Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Okt 2025 15:07 6 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN– Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran dan pengembangan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Dukungan itu disampaikan Wali Nanggroe saat meninjau langsung sarana dan prasarana Fakultas Kedokteran Umuslim di sela-sela kegiatan wisuda sarjana dan pascasarjana angkatan XXXIX tahun 2025 yang berlangsung di kampus Induk Umuslim, Selasa (28/10).

Kehadiran Wali Nanggroe disambut hangat oleh Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, bersama Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd, Dekan Fakultas Kedokteran, dr Zumirda SpB-ET FINACS FICS, serta Ketua Pengurus Yayasan Almuslim, Tgk Munawar Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe menegaskan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran Umuslim merupakan langkah strategis bagi Aceh untuk memperkuat kemandirian di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kita sangat mendukung penuh berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Ini adalah wujud nyata komitmen lembaga pendidikan Aceh dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, terutama di bidang kesehatan. Kita harapkan lulusan FK Umuslim kelak menjadi dokter-dokter yang mengabdi untuk masyarakat Aceh,” ujar Tgk Malik Mahmud.

Lebih lanjut, Wali Nanggroe mengajak Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim.

Ia menilai, kehadiran fakultas ini bukan hanya untuk kebutuhan pendidikan lokal, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat sistem layanan kesehatan di seluruh wilayah Aceh.

“Saya meminta kepada Pemerintah Aceh agar mendukung penuh secara kebijakan maupun anggaran terhadap pengembangan Fakultas Kedokteran Umuslim. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Aceh, karena dengan memiliki lebih banyak tenaga medis yang lahir dari bumi sendiri, kita akan semakin mandiri dan tidak bergantung pada luar daerah,” tegasnya.

Ia juga berharap dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan fisik atau infrastruktur, tetapi juga dalam bentuk kerja sama lintas sektor, seperti rumah sakit pendidikan, tenaga dosen, dan riset kesehatan masyarakat Aceh.

“Fakultas ini perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan kesehatan di Aceh. Saya yakin, dengan kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan masyarakat, Umuslim mampu mencetak dokter-dokter yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa sosial dan berakhlak,” tambah Wali Nanggroe.

Sementara itu, Ceulangiek menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan perhatian Wali Nanggroe terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Bireuen, khususnya Universitas Almuslim.

“Kami di Yayasan Almuslim berkomitmen terus mendukung Rektor dan civitas akademika dalam mewujudkan fakultas kedokteran yang berkualitas, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal. Kehadiran Wali Nanggroe hari ini memberi semangat baru bagi kami semua,” sebut Ceulangiek.

Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan, dalam sambutannya mengatakan bahwa proses pendirian Fakultas Kedokteran Umuslim telah melalui tahapan panjang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami berupaya menghadirkan Fakultas Kedokteran yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi kemanusiaan. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis FK Umuslim akan menjadi salah satu fakultas kebanggaan Aceh,” ujar Rektor Marwan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, dr Zumirda, mengaku, pihaknya saat ini terus melengkapi infrastruktur, tenaga pendidik, dan kurikulum sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran.

“Kami sedang mempersiapkan segala hal dengan matang agar FK Umuslim dapat beroperasi dengan baik, sehingga nantinya melahirkan lulusan dokter yang profesional, berakhlak, dan berjiwa pengabdian. Dukungan Wali Nanggroe dan Yayasan menjadi motivasi besar bagi kami,” kata dr Zumirda.

Menurutnya, kunjungan Wali Nanggroe ke FK Umuslim, juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga adat, dunia pendidikan, dan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Aceh yang berkualitas di masa depan. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x