Ny. Yulinda Sayuti tampil memukau memperkenalkan Motif Dheun Bungoeng Sagoe, wastra khas Kota Lhokseumawe yang telah resmi terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, menghadiri Rapat Koordinasi Ketua Dekranasda se-Aceh yang diikuti oleh 23 kabupaten/kota di Ballroom Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (8/11).

Rakor yang dibuka oleh Ketua Dekranasda Aceh, Ny. Marlina Muzakir, menyoroti pentingnya peran aktif Dekranasda kabupaten/kota dalam membina para perajin serta mendorong transformasi digitalisasi produk lokal agar lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yulinda Sayuti tampil memukau memperkenalkan Motif Dheun Bungoeng Sagoe, wastra khas Kota Lhokseumawe yang telah resmi terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Motif ini diperkenalkan melalui balutan busana elegan dalam sesi fashion show yang menjadi salah satu agenda utama Rakor.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Dekranasda Kota Lhokseumawe dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan karya kreatif daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya Lhokseumawe di tingkat provinsi maupun nasional.
“Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lhokseumawe memiliki potensi besar dalam industri kerajinan dan wastra daerah. Motif Dheun Bungoeng Sagoe merupakan simbol keanggunan dan keindahan budaya lokal yang perlu terus kita kenalkan ke masyarakat luas,” ujar Ny. Yulinda Sayuti.
Selain memperkenalkan produk unggulan daerah, Ketua Dekranasda Kota Lhokseumawe juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin kolaborasi antardaerah dengan Dekranasda kabupaten/kota lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antarperajin, memperluas pasar produk kreatif Aceh, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal.(adi/ra)
Tidak ada komentar