x

Ketua DPP PWA Ajak Guru Dayah Aceh Aktif Menulis di Media Massa 

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Nov 2025 07:35 12 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE— Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA), Maimun Asnawi, S.Hi., M.Kom.I, mengajak para tenaga pendidik dayah di Aceh untuk membudayakan menulis dan aktif dalam publikasi karya jurnalistik sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan di era digital.

 

Ajakan tersebut disampaikan Maimun saat mengisi materi “Teknik Dasar Jurnalistik dan Literasi Digital bagi Pendidik” yang digelar oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara di Gedung Hasbi Ash-Shiddieqy, Lhokseumawe, Selasa (11/11/2025).

 

Dalam paparannya, Maimun menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan pendidikan dan dakwah di lingkungan dayah melalui tulisan dan publikasi media.

 

“Jika setiap pendidik dayah menulis satu berita setiap hari tentang kegiatan pengajian kitab kuning atau aktivitas pendidikan lainnya, masyarakat akan lebih mudah mengenal kiprah dan kontribusi dayah bagi umat,” ujarnya.

 

Pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kualitas dan Pengembangan Kelembagaan Dayah Tahun 2025, yang berlangsung dua hari, 11–12 November 2025. Sebanyak 30 tenaga pendidik dayah dari berbagai kecamatan di Aceh Utara mengikuti kegiatan tersebut.

 

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, H. Zulkifli, S.Ag, M.Pd, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis menghadapi tantangan literasi di era digital.

 

“Guru dayah perlu memiliki kemampuan menulis, mengelola informasi, dan berperan aktif di media agar dakwah tetap relevan, modern, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

 

Selain Maimun Asnawi, pelatihan ini turut menghadirkan dua narasumber lain, yakni Masriadi (wartawan Kompas.com) dan Agustiar (Sekretaris AMSI Aceh sekaligus Pemimpin Redaksi Layarberita.com).

 

Ketiganya membawakan materi seputar strategi literasi digital, teknik dasar jurnalistik, dan penulisan artikel dakwah yang komunikatif dan etis.

 

Kegiatan juga diisi dengan sesi praktik menulis dan pelatihan pemanfaatan situs web dayah sebagai sarana publikasi kegiatan keagamaan dan pendidikan.

 

Zulkifli menambahkan, tradisi menulis dan membaca merupakan bagian penting dari warisan intelektual dayah.

 

“Kami berharap pelatihan ini melahirkan pendidik yang mampu menulis dengan baik dan menyebarkan nilai-nilai dakwah secara kreatif, informatif, dan inspiratif melalui media digital,” tutupnya. (arm/rif)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x