
RAKYAT ACEH | LHOKSUKON – Gelombang pengungsi dampak banjir bertambah. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Alam banjir selama 54 hari kedepan khusus bagi wilayah terdampak.

Penetapan status melalui Keputusan Bupati Aceh Utara, Nomor : 360/845/2025, yang ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, Senin (24/11).
“Benar, Aceh Utara status siaga darurat bencana, “ kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Tgk Muntasir Ramli kepada Rakyat Aceh.
Status siaga darurat berlaku selama 54 hari, terhitung sejak 23 November 2025 hingga 15 Januari 2026. Pemerintah daerah menyampaikan bahwa masa status darurat dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Selain itu, keputusan tersebut merujuk Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 300.2.8/9333/SJ Tanggal 18 November 2025. Tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh juga mengidentifikasi Aceh Utara sebagai wilayah berpotensi banjir, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025.
Pengungsi Bertambah
Hujan yang masih mengguyur sebagian wilayah Aceh Utara, menyebabkan jumlah pengungsi bertambah menjadi 1.592 jiwa dari sehari sebelumnya hanya 1.444 jiwa.
Sedangkan korban terdampak banjir dari 7 kecamatan berjumlah 3.985 jiwa atau 2.481 kepala keluarga. Jumlah pengungsi berada di wilayah Kecamatan Seunedon di tiga titik terpisah.
Masing-masing di Gampong Paya Dua Uram, 38 jiwa dengan memanfaatkan sekolah SMA 1 Seunedon. Kemudian warga Lhok Rambideng 110 jiwa mengugsi di Dusun Cot Meusjid. Dan, warga Ule Rubek Timu, 725 jiwa mengungsi di Bale Dusun Keude.
Penyaluran Bantuan Masa Panik
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Aceh Utara, Fakruradhi, SH, MH menyebutkan pemerintah sudah menyalurkan bantuan masa panik.
Adapun bantuan diberikan di wilayah Tanah Jambo Aye berupa beras 550 kg, makanan anak 30 paket, lauk pauk siap saji 100 paket, makanan siap saji 20 paket, biscuit 396 pac. Kecap 240 botol, sambal 240 botol, ikan sarden 120 kaleng, mie instan 42 dus, telor 20 papan, air mineral 30 dus dan minyak gorong 60 liter.
Sedangkan di Kecamatan Seunedon disalurkan beras 1.000 kg, makanan anak 48 paket, lauk pauk siap saji 60 paket, biscuit 180 pac, kecap 144 botol, sambal 144 botol, sarden 60 kaleng, mie instan 30 dus, telur 20 papan, air mineral 20 dua dan minyak goring 48 liter.
Di Kecamatan Baktiya disalurkan 150 kg beras, makanan anak 24 paket, lauk pauk siapsaji 40 paket, biscuit 144 pac, kecap 96 botol, sambal 96 botol, sarden 60 kaleng, mie instan 10 dua, telur 5 papan, air mineral 5 dus dan minyak goring 12 liter.
Terakhir di Langkahan bantuan berupa makanan anak dua paket, makanan siap saji 10 paket, lauk pauk siap saji 5 paket, biscuit 12 pac, kecap 12 botol, sambal 12 botol, mie instan 2 dus, telur 2 papan, minyak goteng 2 liter, kasur 3 buah tenda gulung 1 lembar
Penetapan status siaga bencana tersebut merupakan langkah penanggulangan bencana hingga awal januari mendatang agar memudahkan Pemerintah Daerah dalam berkoordinasi dengan BPBA, BNPB, Dinas Sosial Aceh dan Kementerian Sosial serta instansi terkait untuk pemulihan. (ung)
Tidak ada komentar