x

Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir, Salurkan Bantuan di Lhokseumawe

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 16:39 8 redaksi

LHOKSEUMAWE|RAKYAT ACEH – Hujan masih turun mengguyur wilayah Kota Lhokseumawe, Selasa sore. Banjir pun sudah mulai menggenangi rumah-rumah penduduk. Kendati demikian, belum ada arus warga yang menggungsi.

Kondisi kota ‘Petro Dollar’ ternya tak luput dari perhatian Pemerintah Aceh. Buktinya, sekira pukul 14.15 WIB, istri Gubernur Aceh, Ny Marlina Muzakir menyerahkan bantuan logistic bagi warga terdampak.

Hanya sayang, hingga pukul 16.05 WIB, Kepala BPBD Kota Lhokseumawe, yang dihubungi Rakyat Aceh, belum memberikan jawaban jumlah gampong di 4 kecamatan dalam wilayah Pemerintah Kota Lhokseumawe yang terdampak.

Namun, dari pantauan, akibat hujan belum kunjung berhenti, air telah menggenangi sebagian Gampong lancing Garam, Gampong Jawa, Ujong Blang, Hagu Selatan. Ini termasuk didalam Kecamatan Banda Sakti.

Sedangkan seratusan rumah di Kecamatan Blang Mangat, Muara Dua dan Muara Satu, tak luput dari rendaman banjir.

Penyerahan bantuan masa panik oleh istri gubernur yang didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, berlangsung – setelah menempuh perjalanan 7 jam dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

“Kami ingin memastikan masyarakat Lhokseumawe tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujar Ny. Marlina setelah menyerahkan bantuan kepada wartawan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan bantuan sesuai standar penanganan bencana, mulai dari makanan siap saji, perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi dan balita, tenda pengungsian, selimut, obat-obatan dasar, hingga perlengkapan untuk dapur umum.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat. Penanganan darurat harus cepat, tepat, dan terkoordinasi,” katanya.

Bantuan diterima oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar dengan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Aceh. Ia menyebutkan bahwa akses ke beberapa lokasi sempat terganggu akibat tingginya genangan, sehingga dukungan logistik sangat dibutuhkan. (ung)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x