x

Gempa M 6,3 Guncang Sekitar Sinabang, Sejumlah Atlet Prapora Luka-Luka Saat Pertandingan Karate Berlangsung

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 14:16 25 redaksi

RAKYAT ACEH| SINABANG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025 pukul 11.56 WIB, membuat kepanikan besar di Kabupaten Simeulue. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 62 km barat laut Sinabang, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran kuat dirasakan hingga ke daratan, termasuk di kawasan Aula Serbaguna Simeulue yang saat itu tengah digunakan untuk pertandingan cabang karate pada ajang Pra Pora. Ratusan atlet, official, serta penonton berada di dalam gedung ketika guncangan terjadi.

Menurut keterangan sejumlah saksi, pertandingan masih berlangsung ketika bangunan tiba-tiba bergoyang keras. Para atlet yang berada di lantai dua berlarian keluar gedung setelah material bangunan mulai berjatuhan.

“Pada saat gempa, sebagian atlet sedang menonton dari lantai dua. Begitu guncangan kuat terasa, mereka langsung panik dan mencoba menyelamatkan diri,” ujar salah satu pelatih yang berada di lokasi.

Sejumlah batu bata dari bagian dinding dan plafon dilaporkan turut jatuh bersamaan dengan getaran. Beberapa atlet dan penonton terkena material tersebut sehingga mengalami luka-luka. Tim medis yang disiagakan panitia pertandinganlangsung memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke rumah sakit terdekat.

Hingga kini belum ada laporan korban luka berat, namun beberapa atlet dirawat intensif karena mengalami sobekan pada bagian kepala, tangan, dan punggung akibat tertimpa material bangunan.

Panitia Pra Pora bersama BPBD Simeulue segera mengevakuasi seluruh peserta dan menghentikan sementara seluruh rangkaian pertandingan untuk memastikan keamanan venue. Aparat kepolisian dan petugas BPBD turut melakukan penyisiran lokasi guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam gedung.

BMKG menyatakan bahwa gempa M 6,3 tersebut tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat tetap waspadaterhadap kemungkinan gempa susulan.

Hingga pukul 13.00 WIB, pihak rumah sakit daerah Simeulue masih mendata jumlah pasti korban luka yang merupakan atlet, pelatih, maupun penonton yang berada di dalam gedung saat gempa terjadi.(Uri)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x