
RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Proses penanganan jenazah korban banjir di Kabupaten Aceh Utara mengalami kendala serius akibat ketiadaan air bersih di sejumlah perkampungan. Kondisi itu membuat puluhan warga dan petugas terpaksa memusatkan proses pencucian dan pemandian jenazah di Bandara Malikussaleh, Kecamatan Muara Batu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan melalui Kabag Ops Kompol M. Abdhi Hendriyatna menjelaskan bahwa jenazah korban banjir ditemukan masyarakat di beberapa titik sekitar kompleks bandara. Karena tidak tersedianya air bersih di wilayah terdampak, jenazah harus dibawa ke area Bandara Malikussaleh untuk dilakukan pembersihan sebelum dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa pulang ke keluarga masing-masing.
“Jenazah itu ditemukan dalam dua hari terakhir. Ada yang ditemukan kemarin dan ada juga yang ditemukan hari ini,” ujar Kompol Abdhi saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Ahad malam, 30 November 2025.
Hingga saat ini, total 17 korban banjir yang telah ditemukan dan teridentifikasi adalah sebagai berikut:
Muslem, 80 tahun (L)
Maryam, 2 tahun (P)
Ayamina, 9 tahun (P)
Syahrul, 34 tahun (L)
Zulfahri, 50 tahun (L)
Aklima Mustafa, 40 tahun (P)
Hafnidar, 50 tahun (P)
Annisak Mustafa, 30 tahun (P)
Rosmawar, 40 tahun (P)
Juanda, 38 tahun (L)
Syahril, 35 tahun (L)
Azam, 9 tahun (L)
Zara, 6 tahun (P)
Manfarisyah (L)
Zamaryanti (P)
H. M. Daud, 60 tahun (L)
Anton, 30 tahun (L)
Proses pencarian korban masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan, sementara masyarakat berharap akses air bersih dapat segera dipulihkan agar penanganan darurat dapat berjalan lebih optimal. (arm/ra)
Tidak ada komentar