x

Surya Dharma Bersama PT Syaukath Sejahtera Terus Bergerak Bantu Korban Banjir di Gandapura

waktu baca 4 menit
Jumat, 5 Des 2025 15:08 51 redaksi

RAKYATACEH | BIREUEN– Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Surya Dharma SH, bersama Pemilik PT Syaukath Sejahtera, Lukman Zam Zam dan timnya, terus bergerak membantu korban banjir yang melanda Kecamatan Gandapura sejak akhir November lalu.

Hujan deras berkepanjangan menyebabkan sejumlah desa di Gandapura terendam banjir cukup parah. Akses jalan terputus, rumah warga terendam, serta aktivitas ekonomi lumpuh.

Menyikapi kondisi tersebut, Surya Dharma bersama pihak perusahaan langsung mengambil langkah cepat sejak hari pertama banjir melanda pada 26 November 2025 kemarin.

Untuk membuka kembali akses jalan yang rusak akibat banjir, alat berat dikerahkan ke titik-titik jalan yang rusak di sejumlah desa. Kehadiran alat berat ini membantu mempercepat proses perbaikan, sehingga masyarakat dapat kembali melintas menuju pasar, pusat pelayanan, dan lokasi pengungsian.

Selain melakukan pembenahan infrastruktur darurat, Surya Dharma bersama Humas PT Syaukath Sejahtera, Yusri alias Payeh Jabet, juga ikut menyalurkan bantuan logistik di lapangan. Ratusan paket sembako dibagikan ke 40 desa di Gandapura. Distribusi dilakukan secara bertahap melalui perangkat desa, posko relawan, serta titik pengungsian agar tepat sasaran dan merata diterima warga.

Tak hanya itu, pihak PT Syaukath Sejahtera juga melayani pengobatan gratis kepada masyarakat di pabrik tersebut, khususnya yang mengalami penyakit kulit. Aksi sosial itu dilakukan pada Kamis, 4 Desember 2025.

Surya Dharma menegaskan, penyaluran bantuan tersebut tidak berhenti hanya pada hari pertama terdampak banjir, namun terus menerus disalurkan kepada masyarakat, agar yang masih mengungsi tidak kekurangan pasokan,” ujarnya kepada Rakyat Aceh, Jumat (5/12).

Disebutkan, ia bersama Humas PT Syaukath Sejahtera, juga aktif meninjau berbagai posko pengungsian di desa-desa yang terendam cukup parah. Dalam kunjungannya, mereka menyerap langsung keluhan warga, termasuk kebutuhan tambahan seperti obat-obatan, selimut, dan layanan kesehatan darurat.

Menurut Surya Dharma, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan dalam situasi darurat. Ia berharap lebih banyak pihak turut tergerak membantu agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kita akan terus berada di lapangan sampai kondisi benar-benar pulih. Ini bukan soal bantuan semata, tetapi tentang tanggung jawab moral kita sebagai sesama masyarakat,” ujar Surya Dharma.

Sebelumnya, Payeh Jabet selaku Humas PT Syaukath Sejahtera mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat. “Kita memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika warga membutuhkan uluran tangan di tingah kondisi seperti ini,” sebut Payeh Jabet.

Atas respon cepat dari Surya Dharma dan PT Syaukath Sejahtera, masyarakat yang terdampak mengaku sangat terbantu dengan hadirnya dukungan tersebut. “Selain meringankan beban kami di tengah bencana, juga memberikan rasa tenang, karena ada pihak yang terus memantau kondisi di lapangan,” sebut Maulizar, salah seorang warga di Gandapura.

*Di tengah kondisi panik akibat terdampak, Surya Dharma tetap berdampak bagi masyarakat

Di tengah kondisi panik akibat derasnya banjir yang merendam wilayah Gandapura, Surya Dharma justru menjadi sosok yang paling berdampak bagi masyarakat. Pada hari kedua banjir, 27 November 2025, Desa Lingka Kuta, kampung halamannya sendiri ikut terendam cukup parah. Desa pesisir itu dikepung banjir bandang, memutus seluruh akses jalan, termasuk akses menuju pusat kota.

Rumah Surya Dharma ikut terendam. Sejumlah barang rusak, dan keluarganya pun harus mengungsi bersama warga lainnya ke posko darurat. Situasi yang dihadapi warga penuh kepanikan, listrik padam, jaringan seluler terputus, dan pasokan logistik tidak ada.

Namun, di tengah tekanan itu, tekad Surya Dharma untuk membantu masyarakat tidak goyah. Sambil terduduk lesu di sudut posko pengungsian, ia memikirkan cara agar bantuan dapat segera menjangkau desa-desa lain di Gandapura yang terdampak lebih luas.

Meski dirinya sendiri menjadi korban dan akses komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen terputus akibat hilangnya jaringan internet, ia terus mencari jalan agar warga tidak dibiarkan menghadapi bencana seorang diri.

Di saat kemampuan pemerintah terbatas, Surya Dharma memanfaatkan hubungan baiknya dengan Humas PT Syaukath Sejahtera, Yusri alias Payeh Jabet. Tanpa banyak pertimbangan, ia langsung mendatangi Payeh Jabet untuk meminta bantuan alat berat, logistik, dan dukungan lain yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Perusahaan merespon dengan cepat, alat berat dikerahkan ke titik-titik kritis untuk membuka akses jalan yang terputus. Sembako disalurkan secara bertahap ke desa-desa, dan layanan pengobatan gratis dibuka bagi warga.

Langkah ini menjadi titik awal rangkaian aksi sosial berkelanjutan yang kemudian terus dilakukan Surya Dharma bersama PT Syaukath Sejahtera hingga hari ini. Sikap sigap dan rasa tanggung jawab moral yang ia tunjukkan, meski dirinya sendiri berada dalam kondisi darurat, membuat masyarakat melihatnya bukan sekadar pejabat, melainkan sosok yang benar-benar hadir di saat mereka membutuhkan. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x