Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma SH, mengunjungi lokasi pengunsian di Gampong Samuti Rayeuk, Kecamatan Gandapura, Kamis (4/12) sore.
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRAKYATACEH | BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diduga menyajikan data yang keliru terkait kondisi banjir yang melanda 17 kecamatan di wilayah tersebut. Alih-alih mempercepat penyaluran bantuan dan memenuhi kebutuhan warga, data yang dirilis justru dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Salah satu kecamatan yang datanya dianggap keliru adalah Gandapura. Menurut informasi yang diterima, BPBD tidak pernah turun langsung ke lokasi sejak banjir terjadi, namun dalam laporan resmi Pemkab Bireuen per 4 Desember 2025 disebutkan bahwa tidak ada lagi warga yang mengungsi dan seluruh masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing.
Faktanya, hingga hari ini, Jumat (5/12) sejumlah warga di Kecamatan Gandapura masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka belum dapat dihuni akibat dampak banjir. Gampong yang masih terdampak dan dihuni pengungsi antara lain Blang Guron, Cubo, Teupin Siron, Ie Rhob, Samuti Makmur, Samuti Rayeuk, dan sejumlah gampong lainnya.
Camat Gandapura, Azmi SAg, membenarkan bahwa pihak BPBD maupun tim terkait belum pernah datang ke wilayahnya untuk melakukan pendataan maupun pengecekan kondisi pengungsi secara langsung. Ia juga mengakui bahwa Bupati Bireuen belum hadir ke lokasi sejak banjir melanda pada 26 November lalu.
“Setau saya, Kepala BPBD Bireuen maupun timnya belum pernah ke Gandapura untuk mendata bencana banjir di sini. Bupati Bireuen juga belum sempat ke sini, mengingat masih banyak daerah yang lebih parah terdampak banjir yang perlu dikunjungi, ditambah lagi jembatan Kutablang penghubung Kota Bireuen dengan Gandapura masih belum diperbaiki. Mungkin, sore ini bupati ke Gandapura,” ujar Camat Azmi saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Jumat (5/12).
Keuchik Gampong Samuti Rayeuk, Muddassir atau yang kerap disapa Keuchik Odon, cukup menyayangkan informasi keliru yang diupdate oleh Pemkab Bireuen pada 4 Desember 2025. Ia mengaku bahwa gampong yang dipimpinnya masih membuka dapur umum di meunasah untuk warga di tanggal tersebut.
“Memang kalau pagi hari, warga pulang untuk membersihkan rumahnya masing-masing. Namun, saat waktu makan tiba, mereka kembali ke tempat pengunsian. Begitu juga pada malam hari, mereka tidur di tempat pengunsian tepatnya di meunasah Gampong Samuti Rayeuk,” sebut Keuchik Odon.
Ia juga mengingatkan BPBD Pemkab Bireuen, jangan asal-asalan mengupdate data terkait banjir, karena dikhawatirkan berdampak tidak baik untuk masyarakat ke depan, sehingga yang terdampak luput dari perhatian.
Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Surya Dharma SH, mengkritik keras data yang dikeluarkan BPBD Pemkab Bireuen. Ia menilai kesalahan data tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga menyakiti hati masyarakat yang tengah berjuang di tengah bencana.
“Jika tak mau membantu, jangan menyajikan data yang salah. Data saja salah, bagaimana yang lainnya?,” tegas Surya Dharma.
Surya menambahkan, pendataan yang tidak akurat dapat menimbulkan kesan bahwa Kecamatan Gandapura tidak terdampak, padahal warga masih sangat membutuhkan perhatian dan bantuan untuk pemulihan ekonomi pasca banjir.
Ia menilai, pemerintah seharusnya lebih peka terhadap kebutuhan rakyat yang sedang mengalami kesulitan. Bukan malah mengandai-andai terkait data korban banjir di Gandapura.
“Kami minta kepada Bupati Bireuen secepat mungkin melakukan evaluasi kepada bawahannya yang tidak becus bekerja, baik di tingkat kecamatan, maupun di tingkat kabupaten, termasuk Kepala BPBD Pemkab Bireuen. Jangan main-main di tengah musibah seperti ini,” tegas Surya Dharma.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa Bupati Bireuen perlu mempertimbangkan opsi untuk menyerahkan penanganan bencana kepada pemerintah pusat. Menurutnya, langkah tersebut bukanlah bentuk kelemahan, melainkan upaya realistis agar Bireuen mendapatkan prioritas dan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.
“Bupati harus memikirkan rakyat di tengah kondisi seperti ini. Menyerah bukan berarti lemah, tapi kita butuh bantuan lebih banyak,” ujarnya seraya menyebutkan bahwa situasi ini menjadi sorotan publik yang berharap Pemkab Bireuen segera memperbaiki pendataan, turun langsung ke lokasi terdampak, serta memastikan bantuan dan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. (akh)
Tidak ada komentar