x

PDHI Aceh Serukan Penanganan Bangkai Hewan Pascabanjir untuk Cegah Wabah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Des 2025 12:38 13 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Aceh menegaskan bahwa penanganan pascabanjir tidak boleh hanya berfokus pada pembukaan akses maupun penyaluran bantuan. Ada ancaman lain yang dinilai sangat serius, pencemaran lingkungan akibat bangkai hewan ternak dan satwa liar yang tidak segera ditangani.

“Penanganan bangkai hewan bukan opsi, ini keharusan. Setiap jam keterlambatan berarti risiko penyakit semakin tinggi,” tegas Ketua PDHI Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, yang juga Ketua Komisi IV DPR Aceh.

Nurdiansyah menyebutkan tiga langkah mendesak yang harus segera dilakukan pemerintah dan seluruh instansi teknis untuk mencegah krisis kesehatan pascabencana.

Pertama, pendataan dan pembersihan bangkai hewan secara cepat dan menyeluruh di seluruh wilayah terdampak banjir.

Kedua, penanganan bangkai sesuai standar kesehatan, yaitu dikubur atau dibakar secara aman agar tidak mencemari air dan tanah.

Ketiga, koordinasi penuh lintas sektor antara dinas peternakan, dinas kesehatan, dan dinas lingkungan hidup untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan terarah.

“Jika bangkai hewan dibiarkan, banjir hari ini bisa berubah menjadi wabah esok hari. Pencegahan penyakit pascabanjir dimulai dari penanganan bangkai hewan secara benar dan terkoordinasi,” ujarnya

PDHI Aceh menilai langkah cepat ini penting untuk mencegah potensi penyakit seperti diare, leptospirosis, infeksi kulit, hingga berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya yang sangat mudah muncul akibat air dan tanah yang terkontaminasi.

“Keselamatan masyarakat bergantung pada kecepatan kita mengatasi sumber pencemaran di lapangan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Nurdiansyah merupakan Politisi Demokrat berharap pemerintah daerah mengoptimalkan tim lintas sektor untuk memastikan penanganan bangkai hewan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, demi melindungi kesehatan masyarakat di seluruh kawasan terdampak banjir. (VAL)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x