x

Satkar Ulama Aceh Adakan Diklat Kader

waktu baca 4 menit
Minggu, 14 Des 2025 17:35 25 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Satuan Karya (Satkar) ulama Indonesia Provinsi Aceh mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kader Satkar ulama kabupaten/kota se Aceh, Jumat, 12 Desember 2025, di Hotel Diana Kuta Alam Banda Aceh

Ketua Satkar Ulama Indonesia (SUI) Aceh, Dr H Bustami Usman SH SAP MSi mengatakan, Satkar Ulama Indonesia sudah lahir sejak 55 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1970 dan pendiri nya adalah HM Soeharto mantan Presiden RI yang berkuasa selama 32 tahun.

Mantan Kepala Kesbangpol Aceh dan Kepala Badan Dayah Aceh ini menambahkan, Satkar Ulama Indonesia merupakan salah satu ormas yang di dirikan Partai Golkar yang berarti harus tunduk dan patuh terhadap seluruh kebijakan partai yang berlambang pohon beringin tersebut.

“Satkar Ulama Indonesia adalah salah satu ormas yang di dirikan Partai Golkar, berarti seluruh pengurus dan kader Satkar Ulama wajib patuh dan tunduk terhadap aturan dan kebijakan partai, meskipun kita juga boleh mengkritik dan memberi saran apabila ada kebijakan yang melenceng,” terang mantan ketua AMPI Pidie tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, mantan ketua MKGR Aceh ini juga mengungkapkan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa Serambi Mekkah dalam beberapa minggu terahkir ini.

“Seyogyanya acara diklat kader SUI ini kita adakan lebih meriah lagi dengan hadir nya Ketum SUI, Dr Idris Laena, namun berhubung kita sedang mengalami musibah banjir dan tanah longsor, maka acara ini kita langsung kan dengan sederhana namun penuh makna,” terang mantan Ketua Komite SMAN 10 Fajar Harapan tersebut.

Sementara itu, Ketua Partai Golkar Aceh terpilih, HM Salim Fakhri SE MSi yang di wakili Wakil Ketua Partai Golkar Aceh H Jamaludin Jamil ST MSI mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang sudah cukup senior dalam perpolitikan Indonesia.

Hal itu terbukti bahwa Partai Golkar merupakan satu satu nya partai yang memiliki 10 ormas yang terdiri dari 3 ormas yang mendirikan Partai Golkar, 5 ormas yang di dirikan oleh partai dan 2 ormas sayap.

“Dengan adanya Hasta Karya tersebut, maka sudah sepantasnya Partai Golkar terus menjadi pemenang dalam setiap konstelasi politik Indonesia termasuk Aceh,” terang mantan Ketua KNPI Aceh tersebut.

Mantan Ketua Inkindo Aceh ini menambahkan, Satkar Ulama Aceh dan Satkar Ulama kabupeten/kota se Aceh harus berperan aktif dalam menggerakkan organisasi menuju kebesaran Partai Golkar.

“Apabila ada kesempatan nanti, apakah Pileg atau Pilkada, Kader SUI harus ikut menjadi calon, sehingga lahir anggota DPRK, DPRA atau DPR RI dari para kader ulama Golkar,” tegas Ketua Kosgoro Aceh tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, H Imam Akbar Muttaqien MBA mengatakan, acara diklat kader Satkar Ulama Indonesia (SUI) Aceh berlangsung selama 3 hari mulai Jumat sampai Minggu, 12-14 Desember 2025 berlangsung di Hotel Diana Banda Aceh.

Imam Akbar yang juga Wakil Ketua SUI Aceh menambahkan bahwa selain diklat kader, SUI Aceh juga mengukuhkan SUI kabupeten/kota se Aceh.

“Selain acara diklat kader yang berlangsung selama 3 hari, SUI Aceh juga mengukuhkan SUI kabupeten/kota se Aceh,” terang putra dari Ketua SUI Aceh, Dr H Bustami Usman tersebut.

Terakhir Imam Akbar Muttaqien menjelaskan selain diklat kader dan pengukuhan pengurus SUI kabupaten/kota se Aceh, acara tersebut juga menghadirkan beberapa pemateri yang sudah sangat terkenal seperti Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal) dengan judul materi pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, mantan Komisioner KIP Aceh Tgk H Akmal Abzal dengan judul materi pendidikan politik dan Pemilu serta Plt Kaban Kesbangpol Aceh dengan judul materi pentingnya wawasan kebangsaan bagi kader partai politik.

Hadir dalam acara diklat kader Satkar Ulama tersebut, para pengurus SUI Aceh, pengurus SUI kabupeten/kota se Aceh, Hasta Karya Golkar Aceh yang terdiri dari 3 ormas yang mendirikan Partai Golkar yaitu SOKSI, MKGR dan Kosgoro, ormas yang dirikan Partai Golkar yaitu Satkar Ulama Indonesia Provinsi Aceh, Majelis Dakwah Indonesia (MDI), Al Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) serta sayap Partai Golkar yaitu AMPG dan KPPG. (ril/hra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x