x

Kinerja BWS Sumatera I Dinilai Lamban, Warga Aceh Tenggara Blokir Jalan Nasional

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Des 2025 19:20 19 redaksi

RAKYAT ACEH | KUTACANE – Puluhan warga terdampak banjir bandang di Dusun Maju Jaya Makmur, Desa Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, memblokir akses jalan nasional Kutacane–Gayo Lues, Rabu (17/12).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan pascabencana oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Desa Ketambe, Lahat, mengatakan aksi warga dipicu kekhawatiran serius terhadap perubahan alur sungai pascabanjir bandang yang kini mengarah langsung ke permukiman penduduk. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan abrasi lanjutan dan kembali merusak rumah warga.

“Sudah 21 hari pascabencana, namun belum ada penanganan nyata. Aliran sungai sekarang mengarah ke pemukiman warga. Jika tidak segera dialihkan, kami khawatir akan terjadi abrasi dan banjir susulan,” ujar Lahat kepada media.

Ia menyebutkan, pihak desa sebelumnya telah berulang kali berkoordinasi dengan pemerintah daerah, namun hingga aksi pemblokiran dilakukan belum ada respons konkret. Bahkan, warga terpaksa menyewa satu unit alat berat secara swadaya untuk mengalihkan aliran sungai. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

“Di desa kami, 26 rumah hanyut dan 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak banjir terjadi sepanjang aliran sungai yang berbatasan langsung dengan jalan nasional,” jelasnya.

Selain menuntut normalisasi sungai, para pendemo yang mayoritas terdiri dari kaum ibu juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera mendirikan tenda pengungsian. Mereka mengaku hingga kini belum menerima bantuan banjir dari pemerintah.

Situasi Berhasil Diredam

Setelah sekitar satu jam melakukan pemblokiran jalan, massa akhirnya ditemui Ketua TP PKK Aceh Tenggara, Nurjannah. Dalam pertemuan tersebut, Nurjannah menyatakan akan menindaklanjuti seluruh tuntutan warga, termasuk percepatan penanganan aliran sungai dan kebutuhan pengungsian.

Aksi pemblokiran jalan nasional penghubung Kutacane–Gayo Lues akhirnya dibuka kembali setelah adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera melakukan pengerukan dan penataan alur sungai di lokasi terdampak.

Warga berharap janji tersebut segera direalisasikan agar ancaman bencana susulan dapat dicegah dan kehidupan masyarakat kembali normal. (VAL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x