x

Banjir Terparah di Tanah Jambo Aye: 47 Gampong Terendam, Lebih dari 35.000 Warga Terdampak

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Des 2025 20:29 38 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Banjir bandang yang melanda 47 gampong di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, telah menimbulkan dampak besar bagi ribuan warga. Data terbaru mencatatkan lebih dari 10.000 kepala keluarga (KK) atau sekitar 35.922 jiwa terimbas bencana ini, dengan 3.926 KK atau 13.024 jiwa terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman.

 

Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Saputra, S.IP, mengungkapkan bahwa sebanyak 16 gampong dari 47 yang terdampak mengalami kerusakan berat. Masing-masing, Gampong Cot Biek, Malang Arongan, Pucok Alue, Lhok Rondek, Buket Padang, Matang Serdang, Alue Papeun, Matang Raya, Buket Jrat Manyang, Biram Rayek, Biram Cut, Ulee Glee, Meunasah Panton, Teupin Bayu, Matang Jurong, dan Gampong Lhok Bringen.

 

Kondisi rumah juga tak kalah memprihatinkan, dengan total 10.305 unit rumah terendam, sementara hampir 10.000 unit mengalami kerusakan dengan rincian 1.572 rusak berat, 4.386 rusak ringan, dan 3.899 rusak sedang.

 

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan tengah bekerja keras melakukan penanganan darurat. Mereka telah mendirikan pos pengungsian dan mendistribusikan bantuan logistik, seperti sembako, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak lainnya.

 

Camat Fauzi menekankan pentingnya bantuan yang terarah, agar tidak terjadi penumpukan atau ketidakteraturan dalam penyalurannya.

 

“Bantuan yang diterima masyarakat harus merata dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan para pengungsi di posko gampong,” ujar Fauzi, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Sabtu (20/12).

 

Ia mengatakan, petugas masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan terhadap kondisi lapangan, mengingat curah hujan yang tinggi masih berpotensi memperburuk keadaan. Pemerintah daerah juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menjaga keselamatan.

 

Tragedi ini juga menelan korban jiwa, dengan 42 warga dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang lainnya masih hilang, berasal dari Dusun Cot Me, Gampong Lhok Reudeup.

 

Pihak Pemerintah Kecamatan Tanah Jambo Aye juga membuka Posko Utama Penanganan Banjir di Gampong Rawang Itek, yang menjadi pusat koordinasi untuk distribusi bantuan dari berbagai donatur. “Kami mengimbau para dermawan untuk mengirimkan bantuan melalui posko ini agar penyaluran bantuan dapat lebih terorganisir dan sesuai kebutuhan,” tambah Fauzi.

 

Bencana ini menjadi ujian berat bagi masyarakat Aceh Utara, namun dengan solidaritas dan kerja sama yang kuat, diharapkan pemulihan dapat segera dilakukan.(arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x