x

Pilu Menyesak Dada Melihat Korban Banjir Aceh Tamiang

waktu baca 4 menit
Minggu, 21 Des 2025 15:40 19 redaksi

RAKYAT ACEH – LANGSA – Pagi kemarin, Kamis, 18 Desember 2025, cuaca Langsa turun hujan, namun tidak menyebutkan langkah kami menuju Aceh Tamiang.

Semua tim istri Gubernur yang di bantu tim bascamp Irfansyah mempersiapkan bantuan ke dalam mobil yang akan di bawa ke beberapa titik lokasi banjir di Aceh Tamiang.

Dalam rintik hujan mobil kami tumpangi melaju mengikuti rombongan Ibu Marlina Usman menuju Pulau Tiga, Babo dan Sekumur, Kecamatan Sekrak.

Sepanjang perjalanan memasuki Karang Baru kita di perlihatkan kuasa Allah SWT di mana banyak hancur dan lumpur menimbun lokasi jalan dan lorong lorong.

Kalau secara kasat mata mungkin air begitu deras menghantam apa pun yang ada di depan.

Begitu kita tiba di Kota Kuala Simpang tampak kampung padat penduduk Kota Lintang Bawah, kini hancur lebur di hantam banjir bandang.

Melihat kondisi ini saja maka wajar jika Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan banjir Aceh kali ini merupakan tsunami kedua.

Deru mobil belum berhenti terus berpacu ke arah Pulau Tiga.

Walau pun dipinggir jalan disana tidak nampak kerusakan, namun bagi mareka yang tinggal di aliran sungai Tamiang juga bernasib yang sama, di mana banyak rumah mareka dibawa banjir.

Dan sementara mareka yang hilang rumah mengungsi ke Mesjid Kampung Perkebunan Pulau Tiga depan Puskesmas setempat.

Selanjutnya tim menuju Kampung Babo dan Sekumur, disini lah kami menyaksikan ada yang rumah bergeser dari tapaknya.

Ada juga yang hilang atapnya dan roboh dibawah air entah kemana. Dan yang uniknya ada rumah yang tersangkut di atas rumah orang di Pasar Babo.
Disini air melebihi tiang listrik, bahkan melebihi toko dua tingkat.

Warga sangat merasakan pilu karena saat ini harus tinggal di tenda tenda. Mareka semua sudah memikirkan nasib anaknya yang kehilangan sekolah karena rumah sekolah juga hancur.

“Alhamdulillah kami disini tidak ada korban jiwa” ujar Amil, warga Pasar Babo.

Menurutnya, saat air datang yang begitu dahsyat dari arah gunung, kami selematkan dahulu orang perempuan dan anak anak ke lokasi yang lebih tinggi.

Selanjutnya pakai boot kita menyisir warga yang terjebak banjir diatas rumah atau di kebun kebun sawit.

Proses evakuasi cepat dan mudah karena banjir datang pertama saat pagi hari, Rabu, 26 November 2025.

Di mana warga sudah bangun dan mulai beraktivitas.

Begitu melihat air semua warga sudah siap-siap untuk mencari tempat perlindungan yang lebih tinggi.

Namun sebagian sudah ada firasat karena malamnya kawasan itu di hantam badai hujan dan angin kencang.

Kisah perjalan kami belum usai, dari Babo, kami bergerak menuju Sekumur.

Kondisi jalan penuh lumpur, jika hari biasa dapat tempuh kesana hanya beberapa menit, namun saat ini hampir satu jam baru sampai di tempat penyeberangan ke kampung yang luluh lantak di hantam air banjir bandang.

Tumpukan pohon kayu ukuran raksasa menutupi areal kampung yang di penuhi rumah arah, tapi derasnya air menyapu seluruh rumah warga.

Dan kini para warga disana tinggal di tempat pengungsian yang di bangun para relawan yang terlebih dahulu di sana.

Wakil Ketua DPRK Langsa, Burhansyah SH, yang turut hadir dalam rombongan mengatakan pilu rasa dada ini, melihat kondisi masyarakat Kampung Sekumur.

Di mana pasca banjir mareka sulit untuk membunuhi kebutuhan.

Saat ini semata mata berharap pada relawan yang datang bawa bantuan ke kampung mareka.

Hal ini seluruh kampung porak poranda di terjang banjir. Jika pun ada kebun sawit tapi belum bisa di kekeliruan dengan baik karena lumpur memimpin kebun mareka.

Bisa kita sebutkan banjir menghantam tempat tinggal dan fasilitas umum, juga menghancurkan kebun kebun mareka yang hanya tersisa mesjid.

“Semoga kita berharap cepat pulih sehingga warga disana bisa hidup sejahtera dengan adat istiadat yang mareka jaga” ujar Burhansyah. (Ray Iskandar).

Teks foto : salah satu rumah di Kampung Babo Kec Bandar Pusaka yang atapnya di bawa banjir. Rakyat Aceh/Ray Iskandar

Teks foto : Wakil Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH duduk di atas tumpukan kayu di Kampung Sekumur Kec Sekrak. Rakyat Aceh/ Ray iskandar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x