Kondisi struktur tanah mengalami pengikisan parah dekat Masjid Teupin Mane, di Gampong Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Minggu (21/12).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRakyat Aceh | Bireuen – Pasca diterjang banjir bandang, Masjid Besar Baitul Huda atau yang lebih dikenal dengan Masjid Teupin Mane, di Gampong Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kini terancam ambruk.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat setempat, mengingat bangunan masjid berada sangat dekat dengan aliran sungai yang terus mengalami pengikisan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Juli, Azhari, kepada Rakyat Aceh, Minggu (21/11). Ia menyebutkan, pasca banjir bandang, struktur tanah di sekitar masjid terus terkikis akibat derasnya arus sungai.
Menurut Azhari, jarak antara masjid dengan bibir sungai saat ini hanya tersisa sekitar 10 meter. Padahal sebelumnya, jarak tersebut mencapai kurang lebih 80 meter dari tebing sungai. Penyusutan jarak yang signifikan ini dinilai sangat membahayakan keberadaan bangunan masjid.
“Jika tidak ada langkah penyelamatan yang cepat dan konkret, masjid ini dikhawatirkan akan segera tinggal kenangan,” ujar Azhari dengan nada prihatin.
Atas kondisi tersebut, Azhari mewakili masyarakat dan panitia masjid setempat, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen agar segera mengambil tindakan nyata. Ia meminta pemerintah memasang tanggul penahan sungai guna mencegah abrasi lanjutan yang dapat menyebabkan masjid ambruk.
“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Paling tidak, dipasang terlebih dahulu tanggul darurat sebagai langkah awal penyelamatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Azhari menuturkan bahwa Masjid Teupin Mane merupakan hasil pembangunan swadaya masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan masjid tidak hanya bernilai sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai historis dan kebersamaan bagi warga Gampong Seuneubok Dalam.
“Kami sangat menyayangkan jika upaya penyelamatan ini lambat dilakukan. Masjid ini dibangun dengan jerih payah dan kebersamaan masyarakat, sehingga sudah sepatutnya mendapat perhatian serius,” pungkas Azhari.
Hingga saat ini, pihaknya terus memantau kondisi masjid, sembari berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Sementara itu, Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, merespon dengan baik permintaan Ketua APDESI Juli dan pengurus Masjid Teupin Mane. Ia mengaku, akan berupaya secepat mungkin mengatasi persoalan tersebut.
“Akan kita upayakan secepat mungkin untuk memasang tanggul, guna mencegah abrasi lanjutan yang dapat menyebabkan masjid ambruk,” sebut Mukhlis. (akh)
Tidak ada komentar