x

Giliran Garam Langka dan Gas 3 Kg Rp 50 ribu di Lhokseumawe

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Des 2025 10:35 30 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSUKON  : Harga garam dan gas 3 kg kian mengejutkan dalam sepekan terakhir di pasaran Lhokseumawe. Garam mencapai Rp 25 ribu per bambu atau sekira 1,5 kilogram. Sedangkan harga gas mencekik leher di kios-kios mencapai Rp 50 ribu.

Mahal harga garam, tidak terlepas dari sejumlah petani garam kampung yang selama ini suplay ke Lhokseumawe dan Aceh Utara, menghentikan aktivitas. Dapur dan peralatan memasak hancur lebur digasak air banjir.

Yasir warga Kota Lhokseumawe, mengeluhkan harga gas ukuran 3 kg menghilang di Lhokseumawe. Namun, bila ada pun di jual di kios-kios mencapai Rp Rp 50 ribu. “Ini perlu pemerintah melakukan penertiban,” ujarnya.

Sementara harga garam juga mahal dan langka disampaikan Ny Lina warga hokseumawe,. “Susah garam sekarang cari di pasar Inpres Lhokseumawe. kalau pun ada harga garam kampung juga mahal mencapai Rp 25 ribu sebambu,” katanya kepada Rakyat Aceh.

Ketua petani garam, Tgk Taher yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, Selasa sore (23/12) menyebutkan seluas 13 hektar lahan pembuat garam luluh lantak diterjang banjir bandang.

“Ada dua titik. Pertama lahan seluas 8 hektar dan satu lagi 5 hektar. Rusak semua, “katanya
Petani garam setempat dijelaskan, proses untuk menghasilkan garam tentunya melalui pemasakan berlangsung sehari semalam. “ Memasak sehari semalam menghasilkan tiga belangga dan menghasilkan takaran 45 bambu . Dan, ini dilaksanakan selama sebulan,” paparnya.

Sedangkan jumlah garam yang dihasilkan petani Lapang, rata-rata dapur mencapai 625 bambu. Disinggung harga garam sebelum bencana, Tgk Taher menyebutkan kisaran Rp 7 ribu sebambu.
“Biasa disini harga Cuma Rp 5 ribu kalau sekilogram,” pungkasnya. Namun, saat Rakyat Aceh, bertanya di sebuah warung setempat, penjual melepas garam kampong se kilogram Rp 9 ribu. (ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x