x

Bencana Banjir Aceh Barat, Kemenag Siapkan 587 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Korban

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 16:38 279 redaksi

Rakyat Aceh | Meulaboh – Kemenag Kabupaten Aceh Barat menyiapkan 587 paket perlengkapan sekolah untuk membantu pelajar yang terdampak bencana banjir. Bantuan ini dijadwalkan akan disalurkan pada 3 Januari 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Barat, Suhadi, menjelaskan bahwa paket bantuan tersebut baru saja diambil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat. Masing-masing paket terdiri dari tas sekolah, empat buku, dua pulpen, dua pensil, dan satu penghapus.

“Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan untuk anak-anak korban banjir agar mereka bisa kembali semangat bersekolah dengan perlengkapan yang baru. Ini adalah langkah kecil untuk memulihkan semangat mereka,” ujar Suhadi di Meulaboh, Selasa (30/12/2025).

Bantuan ini datang setelah bencana banjir besar yang melanda Aceh Barat, yang menyebabkan banyak sekolah, terutama di daerah terdampak, terpaksa diliburkan. Aktivitas belajar mengajar direncanakan akan kembali normal pada Senin, 5 Januari 2026.

Tiga sekolah yang sangat parah terdampak adalah MIN 14 Paya Baroh, yang terletak di Kecamatan Woyla Timur, serta dua sekolah swasta di Kecamatan Arongan Lambalek, yaitu Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Desa Pribu dan MIS Desa Blang Luah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dengan bantuan perlengkapan sekolah ini, para siswa yang terdampak banjir dapat kembali melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan, dan semangat belajar mereka tidak pudar meskipun kondisi sulit.

Dampak Banjir Terhadap Pendidikan

Meskipun bencana ini membawa dampak besar bagi masyarakat dan sektor pendidikan di Aceh Barat, pemerintah melalui Kemenag dan Dinas Pendidikan terus berupaya memberikan bantuan agar proses pendidikan tetap berjalan lancar. Semoga dengan adanya bantuan perlengkapan sekolah ini, para siswa dapat kembali ke sekolah dengan penuh semangat.

Dengan dijadwalkannya kembalinya aktivitas belajar mengajar pada awal Januari, pemerintah berharap tidak ada lagi kendala yang menghalangi anak-anak untuk bersekolah. “Kami berharap bantuan ini bisa memberikan dukungan moril dan materiil kepada para siswa, agar mereka bisa mengejar ketertinggalan akibat bencana,” harap Suhadi.

Paket bantuan ini menjadi simbol perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di tengah bencana, serta harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Aceh Barat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x