x

Robot Polisi AI Jaga Persimpangan China, Tegur Pelanggar Lalu Lintas Tanpa Manusia

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Jan 2026 14:42 19 redaksi

Rakyat Aceh | Hefei – “Demi keselamatan Anda, harap bersepeda di jalur nonmotor.”
Peringatan itu terdengar di sebuah persimpangan padat di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China timur. Namun, suara tersebut bukan berasal dari polisi manusia, melainkan robot polisi humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berdiri di pulau lalu lintas.

Mengenakan seragam polisi lengkap dengan rompi reflektif dan topi putih, robot bernama “Unit Polisi Cerdas R001” sekilas tampak seperti petugas sungguhan. Dari dekat, tubuh logam futuristisnya justru menjadikannya pusat perhatian warga, yang kerap berhenti untuk berfoto.

“Dia adalah rekan baru yang sangat membantu,” ujar polisi lalu lintas Wuhu, Jiang Zihao.

Robot ini terintegrasi dengan sistem lampu lalu lintas kota dan mampu melakukan gerakan standar pengaturan lalu lintas secara sinkron. Dilengkapi kamera definisi tinggi dan sistem pengeras suara cerdas, R001 dapat mendeteksi pelanggaran pejalan kaki dan kendaraan nonmotor secara mandiri, lalu memberikan peringatan langsung di lokasi.

Tak hanya statis, robot polisi ini juga bersifat mobile, mampu bergerak ke titik tertentu berdasarkan perintah, mengidentifikasi parkir ilegal, serta memantau kondisi jalan secara waktu nyata. Keunggulan lainnya, robot dapat beroperasi 24 jam penuh, sehingga meringankan beban petugas, terutama saat jam sibuk dan cuaca ekstrem.

R001 menjadi bagian dari ekspansi besar China dalam pemanfaatan robot polisi berbasis AI. Sejumlah kota lain seperti Chengdu dan Hangzhou sebelumnya telah mengerahkan robot humanoid, robot beroda, hingga robot berkaki empat untuk patroli bersama polisi manusia.

Langkah ini mencerminkan ambisi China mendorong kecerdasan berwujud (embodied intelligence) ke penerapan dunia nyata. Laporan Development Research Center (DRC) Dewan Negara China memperkirakan nilai pasar industri ini akan mencapai 400 miliar yuan pada 2030 dan menembus 1 triliun yuan pada 2035.

“Hanya dengan terjun langsung ke skenario kehidupan nyata, teknologi dapat berkembang cepat,” kata Zhang Guibing, manajer umum AiMOGA Robotics, produsen R001. Ia menyebut robot buatan perusahaannya kini telah digunakan dalam lebih dari 100 skenario, mulai dari layanan publik hingga patroli keamanan. (Adi/RA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x