x

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Rumah Warga Rusak Segera Dibayar

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Jan 2026 08:17 28 redaksi

RAKYAT ACEH | ACEH UTARA – Debu sisa lumpur banjir bandang masih berterbangan. Kayu-kayu ukuran besar memang sudah tidak terlihat lagi. Harapan ribuan pengugsi di Aceh Utara berharap dapat menunaikan ibadah bulan Ramadhan, tidak di tenda, terjawab sudah.

Pagi itu, matahari bersinar indah. Menteri Dalam Negeri , Tito Karnavian hadir menjengung tenda-tenda pengungsi terdampak bencana Hidrometeorologi di Langkahan, Aceh Utara.
“Sudah meninggalkan tenda dan berada di Huntara sebelum bulan Ramadhan,” kata Tito saat meninjau lokasi terdampak paling parah bersama Kepala BNPB, Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, Kamis (22/1).

Menurut Tito, setidaknya saat ini ada 4.005 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Aceh Utara, berada di tenda. “ Menjelang Ramadhan tidak ada lagi pengungsi yang berada di tenda. Kalau tidak tinggal di huntara, ya mereka tinggal di keluarganya,” katanya.

Dikatakan, selama berada di huntara akan menerima jadup. Makan tiga kali sehari. “Setelah huntara jalan. Baru dibuat Hunian Tetap,” ujarnya.
Sedangkan kewajiban Pemerinrah Daerah, Tito berharap data. “Saya ingin rumah yang rusak ringan dan sedang, secepat mungkin dibayar. Agar mereka tidak tinggal di tenda-tenda dan bisa kembali ke rumah. Rusak ringan, Rp 15 juta dan sedang Rp 30 juta. Dan, itu memerlukan data dari bupati . Kemudian serahkan ke Gubernur, BNPN dank e saya. Ini hasil kesepakatan dengan Bapak Presiden,” ungkap Tito.

Lebih lanjut dikatakan, kepada pak geuchik dan bupati siapkan data warganya yang memerlukan bantuan lain. “Perabot rusak dibantu Rp 3 juta. Yang ekonominya kita bantu Rp 5 juta. Menteri Sosial jiga membantu uang lauk pauk Rp 15 ribu orang perharisetelah masa tanggap darurat selesai. Kecuali yang tinggal di huntara karena mereka ada dapur umum. Bila sudah rekap, serahkan data ke Wagub, Kemudian Wagub serahkan ke saya. Maka saya akan tandatangan semua. Lalu ke Menteri Sosial,” papar Tito panjang lebar, termasuk bantuan rumah rusak sedang dan ringan.
“Makin cepat diserahkan, masyarakatterdampak sangat terbantu. Dibanding ditenda hanya makan dan tidak berbuat apa-apa,” pungkas Menteri Dalam Negeri, Tito.

Sementara ini, Kepala BNPB , Suharyanto menyebutkan hingga saat ini huntara terbangun saat ini baru 30 persen dari 4.005 kepala keluarga (KK) yang berada di tenda . “Ini perlu kerjakeras. Gotong royong dengan melibarkan semua unsur. Ada dari Danantara, Kementerian PU, TNI/Polri bahkan ada dari swasta. Sehingga target sebelum puasa sudah bisa ditempati. ” kata BNPB lagi.
Menyinggung hunian tetap, disebut dasar Huntap datanya dinamis. Yang masuk huntara itulah yang akan dibangun. Ini dasar pemikirannya, ujar Suharyanto. (ung/min)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x