Pelaksana lapangan proyek Huntara, Putra (35) saat ditemui di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (2/2/2026). ANTARARakyat Aceh | Gayo Lues – Masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendapatkan penghasilan tambahan dari proyek pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah tersebut.

Salah satunya Putra (35) yang merupakan pelaksana lapangan di proyek tersebut. Ia yang merupakan pimpinan regu menjelaskan timnya memperoleh sebanyak Rp15 juta dari pembangunan satu rangkai (couple) huntara yang terdiri atas lima unit hunian.”Dari Rp15 juta itu, kami bagi lagi untuk lima orang anggota regu,” katanya saat ditemui ANTARA di Gayo Lues, Senin.
Senada dengan Putra, Abel (40) menyebut proyek pembangunan ini membantu menambah pendapatannya sehari-hari yang juga bekerja sebagai tukang.
“Kami pun kan sebetulnya kena dampak juga, akses jalan, apa segala macam, nggak bisa kan kena dampak ya. Untuk nyambung hidup ya udah kerjain ini juga. Jadi bersyukur gitu bang ada ini buat nambah-nambah,” ujar Abel.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebutuhan huntara bagi warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues mencapai lebih dari 2.000 unit.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, melaporkan secara keseluruhan kebutuhan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 2.659 unit.
“Sesuai permohonan dan pendataan masyarakat terdampak huntara tersebut direncanakan dibangun di 20 titik yang tersebar di tujuh kecamatan,” kata dia.
Dari jumlah tersebut, menurut dia, ada sebanyak 133 huntara sedang dibangun di Desa Rigeb. Adapun sebanyak 25 unit diantaranya sudah selesai dibangun dan dinyatakan siap untuk ditempati. BNPB menargetkan seluruh pembangunan huntara dapat diselesaikan sebelum Ramadhan 2026 agar segera dimanfaatkan masyarakat sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap). (ant/mar)
Tidak ada komentar