x

Bulog Aceh Serap 6.547 Ton Gabah untuk Perkuat Stok Beras Daerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 17:04 7 redaksi
Rakyat Aceh | Banda Aceh – Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh terus melakukan penyerapan gabah petani di sejumlah sentra produksi padi di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat stok beras daerah di tengah musim panen dan kondisi wilayah yang sebagian masih terdampak bencana.
Hingga saat ini, BULOG Kanwil Aceh telah menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan total sekitar 6.547 ton atau setara 3.326,01 ton beras. Penyerapan tersebut dilakukan di berbagai kabupaten sentra produksi padi di Aceh dan menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap target penyerapan gabah nasional sebesar 4 juta ton.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan penyerapan gabah merupakan bentuk komitmen BULOG dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian harga bagi petani saat panen raya.
“Penyerapan gabah dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan terlindungi dari fluktuasi harga saat panen,” ujarnya.
Ihsan menjelaskan, meskipun sejumlah wilayah sentra produksi padi di Aceh sempat terdampak bencana, BULOG tetap berupaya maksimal menyerap gabah petani guna menjaga ketersediaan stok pangan di daerah. Upaya tersebut, menurutnya, terbukti mampu menjaga ketahanan stok beras di Aceh.
“Hal ini terbukti saat bencana kemarin stok beras kita sangat aman. Sehingga kami menghimbau kepada seluruh penggilingan padi mari bersama sama kita wujudkan swasembada pangan nasional khususnya untuk wilayah Aceh,” katanya.
Selain berperan menjaga harga gabah di tingkat petani, penyerapan gabah ini juga ditujukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Cadangan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan sosial, hingga penanganan bencana.
Bulog Kanwil Aceh menegaskan, penyerapan gabah akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa panen berlangsung.
Petani dan kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan menjual gabah melalui mitra maupun gudang Bulog yang telah ditetapkan, sehingga hasil panen terserap optimal dan harga tetap stabil.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x