RAKYAT ACEH I MEULABOH – Dosen Program Studi D-III Kebidanan Meulaboh, Poltekkes Kemenkes Aceh, kembali menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk, “Pelaksanaan Hipnogravida bagi Ibu Hamil.” Diharapkan, ibu hamil dapat menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Memperoleh hasil optimal, PKM dilaksanakan secara tiga tahap, selama dua hari, 25 – 26 Juni 2026, diawali dengan memahami pengetahuan dasar peserta, dilanjutkan edukasi tentang keadaan kehamilan dan masalah kesehatan yang kemungkinan bakal dialami selama kehamilan, pemutaran vidio animasi tentang penerapan Hipnogravida dan latihan Hipnogravida oleh ibu hamil.
Kembali pada tahap ketiga, Kamis 8 Juli 2026, akan dilaksanakan evaluasi dan penutupan dengan pemeriksaan kesehatan ibu-ibu hamil. PKM ini dilaksanakan di Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dengan melibatkan bidan, kader dan seluruh ibu hamil di gampong setempat.
Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan hasil penelitian dosen yang dihilirisasikan langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pengabdian dipimpin Evi Zahara, SST., M.Keb selaku Ketua, dengan anggota Nurlaili Ramli, S.SiT., MPH dan Nanda Norisa, SST., M.Keb.
Kehadiran tim dosen ini menjadi wujud peran aktif Prodi D-III Kebidanan Meulaboh dalam mendekatkan hasil kajian akademik kepada masyarakat melalui pendekatan yang aplikatif, edukatif, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh materi edukasi, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi pemeriksaan kehamilan dan latihan hipnogravida yang dipandu tim dosen.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen memberikan edukasi mengenai kehamilan dan berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami selama masa kehamilan, mulai dari keluhan fisik hingga kesiapan psikologis ibu.
Peserta juga mendapatkan belajar dari hasil pemutaran video animasi tentang penerapan hipnogravida sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami.
Setelah itu, ibu hamil mengikuti pemeriksaan kehamilan dan praktik latihan hipnogravida secara langsung.
Seluruh ibu hamil terlihat rileks, senang dan menyambut baik setiap mengikuti sesi latihan hipnogravida serta antusis untuk melanjutkan latihan hipnogravida secara mandiri di rumah.
Ketua Tim PKM, Evi Zahara, SST., M.Keb, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi implementasi nyata dari hasil penelitian dosen yang dapat diterapkan langsung kepada masyarakat.
Menurut Evi, perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kegiatan pengajaran dan publikasi ilmiah semata, namun juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pengabdian yang berbasis riset.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian dosen tidak berhenti pada laporan atau publikasi ilmiah saja, tetapi benar-benar dapat diterapkan untuk membantu masyarakat, khususnya ibu hamil, agar lebih siap secara fisik dan psikologis dalam menjalani kehamilan,” ujarnya.
Hipnogravida merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu ibu hamil mencapai kondisi yang lebih rileks, tenang, dan nyaman selama kehamilan. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, ibu hamil diharapkan mampu mengelola kecemasan, meningkatkan ketenangan batin, dan membangun pengalaman kehamilan yang lebih positif. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membekali ibu-ibu hamil dengan keterampilan praktis yang dapat dipraktikkan secara mandiri.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa dosen Prodi D-III Kebidanan Meulaboh Poltekkes Kemenkes Aceh tidak hanya menjalankan peran akademik di ruang kelas, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat melalui inovasi, edukasi, dan penerapan hasil penelitian yang relevan dengan kebutuhan kesehatan ibu dan anak.
Melalui pengabdian ini, Prodi D-III Kebidanan Meulaboh berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah gampong, kader, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu hamil.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian berbasis ilmu, riset, dan kepedulian dapat menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.(den)
Tidak ada komentar