x

Antrian BBM di Lhokseumawe

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 10:14 10 redaksi

LHOKSEUMAWE|RAKYAT ACEH : Antrian untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus menghiasi ‘wajah’ dibeberapa SPBU di Lhokseumawe. Ratusan pemilik kenderaan roda dua, empat dan lebih, antri, Selasa siang, 21 Juli 2026.

Potret antrian BBM ditengah sulitnya perekonomian masyarakat kota yang pernah berjuluk Petro Dolar ini, menjadi bahan pembicaraan warga. Terlebih lagi bagi yang membutuhkan BBM cuma kisaran 2 sampai 5 liter saja. Amatan Rakyat Aceh, Selasa siang, antrian juga terjadi seperti Senin kemarin.

“Kenapa kita harus antri selalu di SPBU Lhokseumawe, untuk membeli kebutuhan BBM. Kan, Depot Pertamina hanya sekitar 2 kilometer dari SPBU,” kata Ruslan warga Kota Lhokseumawe, kepada Rakyat Aceh. Senin petang.

Menurutnya, kondisi antrian BBM tidak saja akan kebutuhan jenis Pertalite. Bahkan solar juga. “Sayangnya, antrian justru membuat kemacetan jalan utama dilintasan jalan protokol,”pungkasnya.

Sedangkan ibu Mardiah yang ingin menjemput pulang anaknya sekolah juga ikut dongkol. ” Anak sudah menunggu di sekolah untuk dijemput. Tapi mau beli Pertalite harus antri panjang,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Zaki Mubaraq karyawan Depot Pertamina, pangkalan Hagu, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang dikonfirmasi Rakyat Aceh secara terpisah pukul 14.30 WIB memberikan jawaban dengan mengirim rilis.

Adapun isi rilis :
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat operasional terminal di wilayah Aceh sebagai bagian dari upaya percepatan normalisasi distribusi BBM. Optimalisasi dilakukan melalui peningkatan kapasitas operasional di Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe dan Fuel Terminal (FT) Krueng Raya guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penguatan operasional terminal menjadi salah satu langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan keandalan distribusi BBM di Aceh, terutama di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengoptimalkan operasional terminal sebagai tulang punggung distribusi BBM di Aceh. Berbagai langkah percepatan dilakukan agar proses penyaluran menjadi lebih efektif, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan kondisi distribusi di lapangan terus menunjukkan perbaikan,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis diterima Rakyat Aceh Senin sore.

Sebagai bagian dari optimalisasi tersebut, Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya meningkatkan jam operasional penyaluran BBM dari rata-rata 8 jam menjadi 14 jam per hari, termasuk penambahan operasional pada hari Minggu. Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina juga meningkatkan ritase pengoperasian mobil tangki hingga sekitar 65% guna mengoptimalkan penyaluran BBM ke lembaga penyalur di berbagai wilayah Aceh.

Penguatan operasional juga dilakukan melalui alih suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke lembaga penyalur di wilayah Langsa dan Aceh Timur sejak 12 Juli 2026, dengan rata-rata volume pengiriman mencapai 48.000 Liter BBM per hari. Di saat yang sama, Pertamina turut menerapkan skema alih suplai estafet bersama Fuel Terminal Krueng Raya untuk mendukung pemenuhan pasokan BBM di wilayah Bireuen dan Pidie, sehingga distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan merata.

Menurut Fahrougi, sinergi antar terminal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di Aceh. Dengan mengoptimalkan kapasitas operasional masing-masing terminal, Pertamina dapat melakukan penyesuaian pola distribusi secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
“Koordinasi dan sinergi antar terminal terus kami perkuat agar proses distribusi dapat berlangsung lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan seluruh infrastruktur operasional yang kami miliki, Pertamina optimistis proses normalisasi penyaluran BBM di Aceh akan terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik,” tambah Fahrougi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Aceh serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan karena Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan dan pelayanan energi di Aceh. (ung)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x