x

Aceh Tenggara Siaga Darurat Bencana

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 17:32 8 redaksi

RAKYAT ACEH | KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menetapkan status siaga darurat bencana untuk menghadapi potensi bencana alam yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya risiko bencana dalam beberapa pekan terakhir, Selasa, 25 November 2025.

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, melalui Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Aceh Tenggara, Dodi Sukma, menyatakan bahwa status siaga darurat bencana ini merupakan langkah mitigasi pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak bencana.

“Ini sesuai dengan instruksi nasional dalam siaga darurat hidrometeorologi basah dan cuaca ekstrem, terutama dalam menghadapi potensi hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor,” kata Dodi Sukma.

Status siaga darurat bencana mulai di berlakukan pada 7 November lalu dan berakhir pada 31 Desember 2025,l mendatang. Atau terhitung selama 50 hari kalender.

” Aceh Tenggara memang rawan bencana alam, terutama banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” Dodi mempertegas.

Berdasarkan data, terdapat beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak bencana alam, seperti Bambel, Lawe Bulan, Deleng Pokhison, dan Babussalam untuk banjir. Sementara itu, kecamatan Ketambe, Leuser, dan Semadam rawan banjir bandang dan tanah longsor.

” mengantisipasi bencana, sejumlah personil tanggap darurat telah dikerahkan untuk memantau situasi di lapangan,” kata Dodi.

Hingga berita ini diturunkan, Aceh Tenggara masih diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang, baik pada malam, pagi, siang, maupun sore hari.

Dengan status siaga darurat bencana ini, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam yang mungkin terjadi. (val/hra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x