Pengungsi Aceh Utara pasca banjir mencapai 230 ribu jiwa terdiri dari Lansia, anak-anak dan balita yang tersebar di 311titik. Pengungsi diperkirakan bakal bertahan hingga dua pekan kedepan. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSUKON : Pengungsi di Aceh Utara, yang jumlahnya mencapai 230 ribu dilaporkan bakal bertahan hingga dua pekan kedepan di .311 titik.

Demikian antara lain terungkap dalam evaluasi penanganan banjir selama dua pekan terakhir. Mereka tidak bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat. Penyebabnya karena perlu perbaikan rumah dan pembersihan lumpur sisa banjir.
“Laporan dinas teknis 30.000 rumah belum dapat dihuni dalam waktu dekat. Karena itu, kita butuh logistik bahan pangan tambahan, saat ini persediaan kita hanya untuk empat hari ke depan,” kata Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM.
Bupati menyebutkan, pemerintah telah memperkirakan kondisi dua pekan ke depan. Salah satunya, suplai listrik baru 70 persen di seluruh Kabupaten Aceh Utara.
“Upaya saat ini, Dinas Pekerjaan Umum membersihkan seluruh ruas jalan, jembatan, sekolah-sekolah dan sarana kesehatan, sehingga secepat mungkin bisa beroperasi untuk memberikan layanan minimum,” katanya.
Sementara untuk suplai air bersih, dipaparkan telah mengintruksikan manajemen Perumda Air Minum Tirta Pase menyuplai ke seluruh lokasi pengungsian. Sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan ibadah dan memasak bahan pangan.
Begitupun, pemkab tetap sangat membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk pemulihan Aceh Utara. “Untuk seluruh Kepala Dinas saya sudah intruksikan berkoordinasi dengan Kementerian terkait agar bisa membantu Aceh Utara dalam dana APBN 2026,” pungkas bupati dari Partai Aceh (ung)
Tidak ada komentar