
RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE– Di tengah derita yang ditinggalkan oleh bencana banjir dan longsor, harapan baru kembali muncul bagi warga Aceh yang terdampak. PT Agro Murni, melalui PT Aceh Makmur Bersama (AMB), menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah tersebut.

Bantuan ini diberikan di empat titik terdampak, yaitu Gampong Blang Naleng Mameh di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, serta Gampong Paya Rabo, dan Blang Reuling di Kecamatan Sawang, serta Gampong Kuala Cangkoi di Lapang Kabupaten Aceh Utara.
Di lokasi-lokasi ini, warga masih berjuang dengan segala keterbatasan setelah kehilangan rumah, harta benda, dan sumber penghidupan mereka. Namun, bantuan yang disalurkan memberi secercah harapan di tengah kesulitan.
Manajer Lokasi PT AMB di Lhokseumawe, Tarmizi, menyatakan bahwa bantuan ini sepenuhnya berasal dari PT Agro Murni dan disalurkan melalui PT Aceh Makmur Bersama sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
PT Agro Murni, yang dikenal sebagai eksportir Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi di Lhokseumawe, tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis semata. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk mengambil peran sosial, khususnya dalam membantu masyarakat yang tengah dilanda kesulitan.
Selain berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan, aktivitas ekspor CPO yang dilakukan oleh perusahaan ini diharapkan juga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah, mendukung pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.
“Bantuan yang kami salurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie instan, gula, sarden, air mineral, pakaian layak pakai, serta perlengkapan penting lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian,” ujar Tarmizi.
Proses penyaluran bantuan disertai dengan momen emosional. Abdullah, salah seorang warga Desa Blang Reuling, menyatakan bahwa bantuan yang diterima menjadi “penyambung hidup” bagi keluarganya. “Sejak banjir melanda, kehidupan kami berubah drastis. Bantuan ini memberi kami kekuatan dan harapan baru untuk bangkit kembali,” ungkap Abdullah dengan suara bergetar kepada Rakyat Aceh, Sabtu (20/12).
Di tengah segala keterbatasan, warga Aceh menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Namun, mereka juga berharap agar kepedulian dan solidaritas dari berbagai pihak terus berlanjut hingga kondisi mereka benar-benar pulih. Bagi mereka, di saat-saat penuh duka ini, solidaritas adalah kekuatan terbesar yang membawa mereka melalui cobaan ini. Bantuan yang disalurkan menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh tidak sendirian dalam menghadapi tantangan berat ini.
Harapan di tengah duka, solidaritas yang menguatkan, dan komitmen untuk bersama-sama pulih menjadi kunci dalam mengatasi musibah ini.(arm/ra)
Tidak ada komentar