x

Almuslim TV Hadirkan Mahasiswa Jepang di Edisi Podcast Khusus

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 15:48 7 redaksi

Rakyat Aceh | Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional melalui kolaborasi lintas budaya. Kali ini, tim kreatif Almuslim TV menyelenggarakan sesi podcast edisi khusus, Kamis (5/3) dengan narasumber mahasiswa asal Jepang yang sedang berkunjung ke kampus kebanggaan masyarakat Bireuen tersebut.

Kegiatan yang disiarkan secara live streaming dari Studio 1 Almuslim TV ini, menghadirkan dua mahasiswi dari Nagoya Gakuin University, Jepang, yaitu Akane Ikezu dan Hikari Kitamura. Turut hadir sebagai narasumber pendamping, Kepala Urusan Internasional Umuslim, Risky Novialdi, dengan dipandu oleh host Qurratul Aina.

Dalam sesi tersebut, para mahasiswa Jepang berbagi pengalaman mereka selama berada di Aceh, khususnya selama mengikuti program di Universitas Almuslim, kegiatan sosial kemanusian di daerah dampak bencana hidertemelogi di Aceh, dan keberlanjutan program pertukaran mahasiswa antara kedua Universitas.

Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan MPd, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Ia menyampaikan, kehadiran mahasiswa internasional adalah bukti bahwa Umuslim semakin terbuka dan dikenal secara global.

“Kami sangat bangga dengan kreativitas tim Almuslim TV yang mampu membuat momen penting ini. Podcast ini bukan sekadar konten digital, melainkan ruang akses komunikasi internasional. Ini membuktikan bahwa kita mampu berinteraksi secara aktif di level global dan membangun kerjasama dengan berbagai Universitas internasional,” ujar Dr Marwan.

Senada dengan Rektor, Ketua Koordinator Almuslim TV, Dr Hendra Saputra, menjelaskan, melalui podcast ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Almuslim TV adalah wadah bagi mahasiswa untuk berinovasi.

“Menghadirkan mahasiswa Jepang sebagai narasumber memberikan perspektif baru bagi penonton kami tentang pentingnya toleransi lintas budaya dunia, Kami akan terus berkomitmen menghadirkan konten-konten digital yang inspiratif dan mendunia,” jelas Dr Hendra.

Program ini, katanya, menjadi tolak ukur bahwa Universitas Almuslim siap menjadi destinasi pendidikan yang ramah bagi komunitas internasional, sekaligus mampu mengembangkan media komunikasi yang kompetitif secara digital. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x