
Rakyat Aceh| Meureudu, 11 Des – Ikatan Alumni Teknik Elektro dan Komputer Universitas Syiah Kuala (IKATEKTRO USK) menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak bencana di kabupaten Pidie Jaya. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mendukung persiapan pelaksanaan salat Jumat perdana pascabencana.

Sejak bencana melanda, akses air bersih menjadi persoalan serius bagi warga. Jaringan air rusak dan sumber air tercemar, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Melihat kondisi tersebut, para alumni Teknik Elektro dan Komputer USK menghimpun donasi dan menyalurkannya langsung ke titik-titik yang membutuhkan. Distribusi air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki ke sejumlah lokasi pengungsian, permukiman warga, serta masjid di sekitar wilayah terdampak.
Rio Syahputra, perwakilan Ikatan Alumni Teknik Elektro dan Komputer USK mengatakan bahwa penyaluran air bersih ke masjid dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas ibadah warga. “Kami ingin membantu masyarakat agar dapat kembali melaksanakan salat Jumat dengan layak dan khusyuk, meski masih dalam suasana pemulihan,” ujarnya.
Di lapangan, warga tampak antre membawa ember dan tempat penampungan lainnya untuk menampung air. Sejumlah pengurus masjid juga terlihat membersihkan area wudhu dan ruang ibadah sebagai persiapan salat Jumat pertama sejak bencana terjadi.
Masykur, Geuchik Gampong Blang Awe mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. “Air sangat sulit kami dapatkan sejak bencana. Bantuan ini bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga membantu kami bisa kembali beribadah dengan tenang,” katanya.
Ikatan Alumni Teknik Elektro dan Komputer USK menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan membuka peluang penyaluran bantuan lanjutan sesuai kebutuhan warga terdampak. Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan, bantuan air bersih ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pasca bencana.
Tidak ada komentar