x

Anak Kombatan GAM di Bireuen Ingatkan TNI Tidak Arogan terhadap Warga Sipil

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Des 2025 17:11 13 redaksi

Rakyat Aceh | Bireuen – Ketua Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen, Tgk Mauliadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya dugaan tindakan arogan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi mencederai perdamaian Aceh yang telah terjaga hampir dua dekade.

Dalam keterangannya kepada media ini, Selasa (23/12), Tgk Mauliadi mengaku menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dugaan tindakan represif aparat di lapangan. Salah satu yang disoroti adalah perampasan spanduk milik warga, yang dinilai sebagai bentuk pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.

Selain itu, JASA juga menerima laporan dugaan kekerasan fisik terhadap masyarakat sipil.
“Kami mendapat informasi adanya pemukulan terhadap masyarakat sipil. Ini sangat memprihatinkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan dalam kondisi Aceh yang sudah damai,” tegas Mauliadi, yang merupakan anak kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip perlindungan warga sipil serta nilai-nilai hak asasi manusia. Ia menegaskan, masyarakat Aceh berhak hidup aman dan bebas dari rasa takut, terutama setelah konflik bersenjata berakhir melalui kesepakatan damai tahun 2005.

JASA menilai peristiwa ini sebagai pelanggaran serius terhadap semangat dan substansi Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki 2005, yang menjadi dasar berakhirnya konflik panjang antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia.

“Perdamaian Aceh dibangun atas komitmen bersama untuk menghormati hak-hak sipil, menghindari kekerasan, serta menjamin kebebasan masyarakat. Jika tindakan seperti ini terus terjadi, itu merupakan kemunduran yang tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, tindakan aparat yang berlebihan dapat merusak kepercayaan rakyat terhadap proses perdamaian yang selama ini dijaga dengan susah payah. Menurutnya, stabilitas Aceh sangat bergantung pada penghormatan terhadap kesepakatan damai oleh semua pihak.

Atas kondisi tersebut, JASA mendesak Wali Nanggroe Aceh untuk membawa persoalan ini ke ranah internasional, agar komunitas global mengetahui situasi yang tengah dihadapi masyarakat Aceh.

“Kami juga akan menyampaikan laporan ini kepada pihak-pihak internasional agar dunia mengetahui apa yang sedang terjadi di Aceh hari ini. Perhatian internasional penting untuk memastikan perdamaian tetap dihormati,” tegasnya.

Selain itu, JASA meminta pemerintah pusat dan pimpinan TNI untuk segera mengevaluasi tindakan aparat di lapangan serta mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

JASA juga menyerukan kepada seluruh pihak, baik aparat keamanan maupun masyarakat, untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. Menurut mereka, kekerasan bukan solusi dan hanya akan memperkeruh keadaan.

JASA menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian Aceh sesuai MoU Helsinki. Namun, mereka mengingatkan bahwa perdamaian hanya akan bertahan jika hak-hak masyarakat sipil dihormati dan dilindungi secara konsisten oleh semua pihak. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x