Baitul Mal Aceh menyiapkan alokasi dana infak masyarakat sebesar Rp20 miliar guna mendukung penanganan dan pemulihan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. FOR RAKYAT ACEH.RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Baitul Mal Aceh menyiapkan alokasi dana infak masyarakat sebesar Rp20 miliar guna mendukung penanganan dan pemulihan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Dana tersebut difokuskan untuk kebutuhan tanggap darurat, perbaikan sanitasi dan akses air bersih, pembangunan hunian sementara (huntara), pembersihan lumpur di rumah warga dan rumah ibadah, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak.
Pimpinan Bidang Pemberdayaan dan Distribusi Baitul Mal Aceh, Tgk. Junaidi, mengatakan penyaluran bantuan akan dilakukan melalui Baitul Mal kabupaten dan kota di seluruh Aceh guna memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pengajuan bantuan dilakukan oleh Baitul Mal kabupaten dan kota, terutama untuk kegiatan darurat seperti pembersihan rumah warga dan fasilitas ibadah yang terdampak banjir,” ujar Tgk. Junaidi saat dikonfirmasi di Lhokseumawe, Selasa (16/12).
Ia menambahkan, Baitul Mal Aceh telah menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh Baitul Mal kabupaten/kota sebagai dasar percepatan pengajuan dan penyaluran bantuan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana serta meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, pemanfaatan dana infak tersebut mencerminkan kepedulian dan solidaritas sosial umat, sekaligus memperkuat peran Baitul Mal dalam sistem penanggulangan bencana berbasis keumatan di Aceh.
Selain pemulihan lingkungan dan fasilitas umum, bantuan juga dialokasikan untuk penyaluran kebutuhan pokok (sembako) bagi warga terdampak banjir di berbagai daerah. Dalam fase tanggap darurat, Baitul Mal Aceh juga telah menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah kabupaten/kota, yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Baitul Mal Aceh dalam mendukung ketahanan sosial masyarakat serta memastikan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana alam di wilayah Aceh. (arm/ra)
Tidak ada komentar