Foto : Kondisi longsor lintasan KM 35 di jalan KKA-Bener Meriah, yang masuk wilayah Aceh Utara. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE : Banjir di Provinsi Aceh, tidak terlepas derasnya turun hujan dalam dua hari saja membasahi bumi mencapai 9,7 miliar kubik air.
“Kasus hidrometeolologi karena curah hujan sangat lebat. Untuk Aceh selama dua hari didata kami ada 9,7 miliar kubik air turun,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol di Jakarta kepada wartawan.

Bila kata Hanif Faisol dua hari saja hujan sebanyak itu air turun, apa lagi hujan berlangsung deras selama sepekan. Tentu saja banjir dan longsor terpa kawasan provinsi Aceh yang memiliki 23 kabupaten/kota.
Khusus Aceh Utara, banjir menyebabkan 38.586 unit rumah rusak. Pengungsi pun mencapai 200.117 ribu jiwa tersebar di 396 titik. Korban meninggal terus bertambah. Hingga Rabu terdata 123 orang. Sektor ketahanan pangan seluas 12.782 hektar sawah terendam dan 10 .653 tambak rusak.
Kerusakan parah banjir di Aceh, secara khusus terutama kabupaten Aceh Utara memiliki 27 kecamatan, dengan berlinang air mata Bupati H Ismail A Jalil harus menyerah. Dan, berharap pemerintah pusat memberikan perhatian.
Kenapa tidak ? Hingga memasuki hari ke 9 banjir dan longsor belum terlihat seorang pun pejabat tinggi RI setingkat menteri berkunjung langsung melihat kondisi banjir di Aceh Utara. (ung)
Tidak ada komentar