x

Banjir Terparah Landa Muara Satu, Ribuan Warga Terdampak dan Ratusan Rumah Rusak

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Des 2025 15:39 43 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Banjir besar yang melanda Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada November lalu tercatat sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Bencana ini menimbulkan dampak luas terhadap permukiman warga, sektor pertanian, serta infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

 

Berdasarkan rekapitulasi resmi Koramil 01/Muara Satu, sedikitnya 1.100 kepala keluarga dari 11 desa terdampak langsung. Dari total 6.861 KK atau 35.392 jiwa yang bermukim di Kecamatan Muara Satu, 184 jiwa sempat mengungsi di satu lokasi pengungsian, dengan 48 KK mengalami dampak paling serius.

 

Sektor perumahan menjadi yang paling terdampak. Sebanyak 139 unit rumah mengalami rusak berat, 15 unit rumah terbawa arus dan dinyatakan hilang, serta 520 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, banjir juga merusak 54 unit kendaraan dan dua fasilitas tempat ibadah.

 

Di sektor pendidikan, tidak ditemukan kerusakan fisik bangunan. Namun, aktivitas belajar mengajar di 10 sekolah dasar, 4 sekolah menengah pertama, dan 3 sekolah menengah atas sempat terganggu akibat genangan air. Sementara itu, fasilitas kesehatan tetap beroperasi normal, dengan satu rumah sakit dan satu puskesmas dilaporkan dalam kondisi baik.

 

Kerugian signifikan juga dialami sektor pertanian dan perkebunan. Data Koramil mencatat 340 hektare lahan sawah dan lahan siap panen terdampak, dengan 135 hektare mengalami kerusakan. Selain itu, 23 hektare lahan perkebunan rusak dan 60 ekor ternak dilaporkan terdampak banjir.

 

Dari sisi infrastruktur, tidak terdapat laporan kerusakan pada jembatan maupun kantor pemerintahan. Namun, banjir mengakibatkan kerusakan jalan di enam desa, terutama berupa badan jalan berlubang yang mengganggu mobilitas warga serta distribusi logistik.

 

Komandan Koramil 01/Muara Satu, Kapten Inf Fakhrizal, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.

 

“Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak terakomodasi sebagai dasar penanganan lanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rakyat Aceh, Senin (22/12).

 

Ia menambahkan, personel Koramil telah diterjunkan ke desa-desa terdampak untuk membantu pembersihan lumpur di fasilitas umum. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.

 

Kapten Fakhrizal juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. (arm/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x