x

Banting Tulang Bantu Pembangunan Jembatan Bailey, TNI di Bireuen Tuai Apresiasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Des 2025 17:27 133 redaksi

Rakyat Aceh | Bireuen – Kepedulian dan pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membantu masyarakat Kabupaten Bireuen yang terdampak bencana. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan akses, personel TNI bekerja siang dan malam membantu pembangunan jembatan Bailey, guna memulihkan jalur transportasi yang terputus.

Dua unit jembatan Bailey saat ini sedang dikerjakan. Satu jembatan dibangun di jalur utama Jalan Lintas Sumatera Medan–Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Kutablang. Sementara satu unit lainnya berada di jalur alternatif Medan–Banda Aceh yang menghubungkan Desa Awe Geutah Paya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan Desa Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen.

Pembangunan jembatan Bailey di Desa Awe Geutah Paya menjadi sangat krusial karena sebelumnya akses tersebut terputus dan menyulitkan mobilitas warga, termasuk untuk evakuasi, distribusi bantuan kemanusiaan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Demi percepatan pemulihan, personel TNI rela meninggalkan keluarga dan bertugas tanpa mengenal waktu, baik siang maupun malam.

Jembatan Bailey ini menjadi solusi darurat yang sangat penting sebelum dilakukan pembangunan jembatan permanen. Dengan mulai berfungsinya jembatan sementara tersebut, kendaraan roda dua dan roda empat dapat kembali melintas, sehingga layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan kembali.

Meski tidak banyak terekspos di media sosial, kerja nyata TNI di lapangan memberikan dampak besar bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran prajurit TNI tidak hanya fokus pada pembangunan fisik jembatan, tetapi juga membantu evakuasi warga, pengamanan lokasi, serta kelancaran distribusi logistik ke desa-desa yang sebelumnya terisolasi.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Bahrul M Fazal, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi TNI yang bekerja dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab kemanusiaan.

“Kami mencatat bahwa di tengah kondisi yang ekstrem seperti ini, personel TNI terus bergerak dengan senyap, tanpa terdeteksi kamera, dalam upaya evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, serta pemulihan akses jalan dan infrastruktur yang terdampak,” ujar Bahrul kepada Rakyat Aceh, Kamis (18/12).

Ia menambahkan, kehadiran TNI sangat dirasakan manfaatnya oleh pemerintah desa dan masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengorbanan para prajurit TNI. Di tengah hujan, lumpur, dan medan yang sulit, dedikasi TNI dinilai sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang selalu hadir sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan,” tegas Ketua APDESI Bireuen tersebut. (akh)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x