Para siswa mengikuti cek kesehatan di Sekolah Rakyat, tepatnya di kompleks BLK Bireuen, Desa Benyot, Kecamatan Juli, Selasa (30/9).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEHRAKYATACEH | BIREUEN – Upaya serius pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan mulai diwujudkan di Kabupaten Bireuen.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 Bireuen, sebuah program pendidikan gratis dan berasrama yang berfokus pada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Pemerintah Daerah (Pemda) secara resmi telah memulai aktivitas di sekolah tersebut. Para orang tua murid, memadati kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Bireuen di Desa Benyot, Kecamatan Juli, Selasa (30/9) yang telah direhabilitasi menjadi Sekolah Rakyat.
Kedatangan orang tua murid pertanda telah beroperasinya sekolah tersebut, guna mengantar sekaligus mendaftarkan ulang putra-putri mereka yang telah terseleksi.
Amatan awak media di lokasi, para siswa yang terundang, baik untuk jenjang SD maupun SMA, menjalani proses daftar ulang yang ketat. Setelah mendaftar, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan mental yang dilakukan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Bireuen dan Puskesmas Juli.
Orang tua tampak setia mendampingi, sebagian menunggu di depan ruangan, sebagian lagi beristirahat di musala yang juga telah selesai dibangun.
Kepala Dinas (Kadis) Sosial Bireuen, Ismunandar ST MT, menjelaskan, siswa yang hadir hari ini adalah hasil seleksi ketat. Disebutkan, proses verifikasi mencakup wawancara, peninjauan tingkat ekonomi, hingga memastikan adanya izin dari orang tua dan kemauan kuat dari calon siswa.
“Hari ini, kita undang anak SD dan SMA hadir dan masuk sekolah rakyat, daftar ulang, ikut pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani,” ujar Ismunandar.
Ia juga menegaskan, komitmen awal program ini adalah menyediakan pendidikan yang sepenuhnya gratis dengan berbagai fasilitas ditanggung pemerintah, termasuk kebutuhan dasar dan perlengkapan bagi siswa perempuan.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 Bireuen menerima 25 siswa SMA dan 50 siswa SD. Mereka akan dibina oleh 16 tenaga pengajar, ditambah dua guru kelas dan satu kepala sekolah. Seluruh siswa akan diasramakan dan mendapatkan pembinaan maksimal,” sebut Kadis Sosial Bireuen.
Setelah daftar ulang dan pemeriksaan kesehatan, katanya, orang tua atau wali siswa akan menerima pengarahan, dan anak-anak akan langsung masuk asrama. Mereka akan menjalani masa orientasi dan pengenalan sekolah di asrama selama dua minggu.
“Kehadiran mereka di sekolah rakyat untuk masa depan mereka, masa depan keluarga dan menjadi harapan bangsa,” katanya.
Dikatakan, kompleks sekolah, yang sebelumnya adalah gedung BLK, kini dilengkapi fasilitas pendukung memadai, seperti lapangan voli, ruang belajar, asrama lengkap dengan tempat tidur dan meja belajar, ruang pustaka, dan laboratorium yang sudah dilengkapi perabotan.
“Seluruh biaya pendidikan di sekolah rakyat ini ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. Bahkan, setiap siswa akan diberikan satu unit laptop,” pungkas Ismunandar.
Pendirian Sekolah Rakyat ini, yang penetapan siswanya dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bireuen, merupakan bagian dari investasi sosial pemerintah. Tujuannya tak hanya memberikan akses pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, dan mental tangguh bagi generasi muda dari keluarga termiskin.
Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan antar generasi di setiap daerah. (akh)
Tidak ada komentar