x

Dapur Gizi Gratis ‘BMG’ Resmi Diluncurkan di Lhokseumawe, 2.640 Porsi Siap Disalurkan ke 17 Sekolah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 14:52 22 redaksi

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE -Yayasan Muslim Aceh Peduli (YMAP) resmi meluncurkan program Dapur BMG (Bantuan Makanan Gizi) pada Jumat, (17/10), di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis.

 

Peluncuran ini ditandai dengan pemotongan pita oleh

Mitra kerja YMAP, Drs. Ahmad Yamani, M.Pd, yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Yuswardi, unsur Muspika Banda Sakti, Pj Keuchik Gampong Tumpok Teungoh, aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

 

Mitra kerja YMAP, Drs. Ahmad Yamani, menyampaikan bahwa dapur BMG hadir sebagai bentuk kolaborasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan anak. Pada tahap awal, sebanyak 2.640 porsi makanan telah disiapkan untuk didistribusikan ke 17 sekolah di wilayah Kecamatan Banda Sakti.

 

“Insyaallah mulai Senin depan, tim kami akan mulai mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah. Semua menu telah disusun oleh ahli gizi dan dimasak oleh chef profesional bersertifikat, agar anak-anak menerima makanan yang sehat, higienis, dan bergizi,” ujar Ahmad Yamani.

 

Ia menambahkan, anggaran yang bersumber dari pemerintah ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk menyediakan menu terbaik sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala demi memastikan program berjalan sesuai harapan.

 

“Kami mendukung penuh program ini. Kami juga akan mengawal pelaksanaannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Yuswardi.

 

Yayasan Muslim Aceh Peduli berharap program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Muspika, Keuchik, dan tokoh-tokoh lokal, agar kebermanfaatannya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.(adi/ra)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x