Pimpinan Dayah Qaha Ukhwatul Ukhwatul, Tgk Jamaluddin HK, menilai bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh pada akhir November lalu merupakan ujian berat bagi daerah. FOR RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Pimpinan Dayah Qaha Ukhwatul Ukhwatul, Tgk Jamaluddin HK, menilai bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh pada akhir November lalu merupakan ujian berat bagi daerah.

Ia menyebut tangis Gubernur Aceh, Muzakir yang akrab disapa Mualem sebagai cerminan kesedihan seluruh masyarakat Aceh yang sedang menghadapi situasi krisis.
“Aceh benar-benar sedang diuji oleh Allah SWT di bawah kepemimpinan Mualem–Dekfad. Belum setahun memimpin, Aceh dilanda banjir bandang dan longsor yang memporak-porandakan banyak wilayah. Tangisan Mualem adalah tangisan rakyat Aceh,” ujar Tgk Jamaluddin, kepada Rakyat Aceh, pada Kamis (11/12).
Menurutnya, daerah yang terdampak paling parah meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara, dengan kondisi infrastruktur rusak, jembatan putus, akses transportasi terhenti, serta banyak warga yang terisolasi tanpa suplai makanan dan obat-obatan.
Aktivitas Masih Lumpuh Dua Pekan Pasca Bencana
Hingga dua pekan setelah bencana, Tgk Jamaluddin menyebut aktivitas masyarakat di sejumlah kabupaten/kota masih lumpuh. Banyak kawasan tertimbun lumpur, termasuk beberapa masjid yang belum dapat dibersihkan karena kekurangan alat berat.
“Persawahan rusak, tambak hancur, dan banyak hewan ternak hilang terseret arus. Banyak warga kehilangan rumah dan tidak tahu harus ke mana. Kondisi itu membuat Gubernur Aceh tak kuasa menahan air mata,” ungkapnya.
Tgk Jamaluddin juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Gubernur Aceh yang ia nilai bekerja setiap hari mengunjungi wilayah terdampak, memastikan distribusi bantuan berjalan, hingga memantau proses bongkar muat logistik di pelabuhan pada malam hari.
Ia turut mengapresiasi kinerja TNI dan Polri yang menurutnya bekerja tanpa henti membantu evakuasi dan penanganan korban bencana.
Atas kondisi tersebut, Tgk Jamaluddin meminta pemerintah pusat mempercepat bantuan dan mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar proses penanganan dan pemulihan di Aceh dapat berjalan lebih cepat.
“Kami memohon kepada Presiden Republik Indonesia agar menetapkan bencana ini sebagai Bencana Nasional, agar Aceh dapat segera pulih. Semoga para pemimpin diberi kekuatan, dan masyarakat yang terdampak diberi ketabahan oleh Allah SWT,” pungkasnya.(arm/ra)
Tidak ada komentar