google-site-verification=lTri5nsyVYrYR2gEBKvHFtnKrIiaqkxia1NBvPczuec
Babinsa Koramil 02/Wps, Sertu Feri meninjau debit air sungai yang meningkat di Desa Sukajadi pasca hujan deras Ahad (12/4).MASHURI | RAKYAT ACEHRAKYAT ACEH | REDELONG – Meningkatnya debit air sungai akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jembatan darurat di Desa Sukajadi, Kecamatan Wih Pesam, putus dan tidak dapat dilalui, Minggu (12/4).

Jembatan darurat tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan empat desa, yakni Desa Sukajadi, Syurajadi, Lut Kucak, dan Mekar Jadi Ayu. Putusnya jembatan ini mengakibatkan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut lumpuh, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan, sekolah, dan perkantoran.
Babinsa Koramil 02/Wps, Sertu Feri, yang turun langsung ke lokasi mengatakan bahwa meningkatnya debit air sungai menyebabkan salah satu landasan beronjong jembatan darurat yang baru selesai dibangun kembali roboh.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, arus sungai masih cukup deras sehingga untuk sementara akses jembatan tidak dapat dilintasi dan membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Diketahui, jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun secara gotong royong oleh masyarakat bersama relawan dan TNI sebagai solusi sementara untuk menghubungkan keempat desa.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sukajadi, Marwan, berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan jembatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa akses tersebut merupakan satu-satunya jalur alternatif terdekat bagi warga.
“Kami sangat berharap penanganan jembatan ini segera dilakukan karena akses ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan, pembuatan jembatan darurat telah dilakukan hingga tujuh kali pasca banjir bandang, namun sering kali kembali rusak akibat derasnya arus sungai saat curah hujan tinggi. (uri/min)
Tidak ada komentar