RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Untuk memastikan keamanan, mutu, dan gizi, setiap produk jajanan takjil yang dijual pedagang, untuk dikonsumsi masyarakat Kabupaten Simeulue, selama bulan ramadhan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simeulue, menggelar operasi Pemeriksaan Instensifikasi (Rutin) terhadap sejumlah produk da bahan baku untuk jajanan takzil ramadhan.
Dari 20 ienis sampel bahan baku dan produk jajanan, yang diperiksa tim Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, dari sejumlah lapak jualan dan lapak yang memproduksi jajanan takjil ramadhan di kota Sinabang..
Tidak ditemukan dan tidak berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Heri Herwanto,SKM,MAP, kepada Harian Rakyat Aceh, Selasa, 17 Maret 2026.
“Hasil operasi Pemeriksaan Instensifikasi (Rutin) yang kita gelar itu, ada 20 sampel jajanan takjil yang kita periksa. Dan Alhamdulillah, aman dan layak dikonsumsi” kata Heri Herwanto.
Masih menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, adapun 20 sampel jajanan takjil yang diperiksa itu, yakni, mie mentah, cincau, tahu, tempe, minuman berwarna cerah, risol, onde-onde berwarna cerah, somay, sosis dan bakso.
“20 sampel jajanan takjil yang kita diperiksa itu, yakni, mie mentah, cincau, tahu, tempe, minuman berwarna cerah, risol, onde-onde berwarna cerah, somay, sosis dan bakso,” imbuh Heri Herwanto.
Heri Hewanto juga berpesan kepada konsumen untuk memberikan informasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, bila bila menemukan ada jajanan takjil yang diduga mencurigakan dan tidak layak.
“Kita berharap bila masyarakan menemukan jajanan takjil yang mencurigakan supaya segera informasikan kepada Dinkes,” harapnya.
Namun dengan catatan tidak memberikan informasi palsu atau hoax, serta juga diminta kepada para pedagang untuk tetap menjaga produk jajanan atau takjil yang diperjualbelikan kepada masyarakat, sesuai dengan standar kesehatan,” harapnya. (Ahi).
Tidak ada komentar