Supriman Juliansyah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue.RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Satu bulan mencapai puluhan ton ikan segar dan pilihan untuk bahan baku menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah adminstrasi Kabupaten Simeulue.

Kebutuhan bahan baku ikan pilihan dan segar dalam satu bulan itu, dengan estimasi mencapai sekitar 32 ton ikan, untuk 10 dapur MBG, yang tersebar disejumlah lokasi yang ada di pulau Simeulue.
Terkait puluhan ton ikan segar untuk kebutuhan menu MBG, itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue, Supriman Juliansyah, kepada Harian Rakyat Aceh, Sabtu, 28 Maret 2026.
“Satu bulan dengan estimasi kebutuhan ikan segar untuk MBG sekitar 32 ton. Di daerah pulau Simeulue ada 10 dapur MBG,” kata Supriman Juliansyah.
Masih menurut Supriman Juliansyah, dari hasil koordinansinya dengan pihak dapur MBG yang ada, dengan estimasi kebutuhan ikan segar sekitar 32 ton itu, bahwa dalam satu minggu, ada dua atau tiga kali pemberian MBG dengan menu ikan.
Dalam satu minggu dengan pemberian MBG menu ikan sebanyak dua atau tiga kali, maka dengan 10 dapur MBG yang ada di pulau Simeulue, membutuhkan sebanyak 8.880 kilogram ikan pilihan dan segar.
“Sepekan ada sekitar 8 ton lebih ikan segar untuk kebutuhan ikan untuk dapur MBG. Dalam sepekan ada dua dan tiga kali pemberian menu ikan MBG. Maka dalam sebulan membutuhkan ikan segar dengan estimasi 32 ton,” imbuh Supriman Juliansyah.
Lebih lanjut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, dengan kebutuhan ikan segar sebanyak itu dapat dimamfaatkan oleh sekitar 4.000 orang nelayan lokal yang ada di pulau Simeulue.
Hal senada juga sependapat dengan Ketua Satgas MBG Kabupaten Simeulue, Asludin kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu, 29 Maret 2026.
“Saya sependapat dengan Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, untuk kebutuhan ikan sebanyak itu dapat dimamfaatkan serta dapat meningkatkan perekonomian pendapatan nelayan lokal kita,” kata Asludin.
Asludin juga mengingatkan pihak pengelolah 10 dapur MBG yang ada di pulau Simeulue, supaya dapat prioritaskan dan mengutamakan untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan lokal dalam wilayah kepuluan.
“Satgas MBG Kabupaten Simeulue, mengingatkan supaya pihak pengeleloha dapr MBG untuk mengutamakan ikan hasil tangkapan nelayan lokal kita, sehingga nantinya nelayan lokal kita ini dapat merasakan mamfaat dari program bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutup Ketua Satgas MBG Kabupaten Simeulue. (Ahi).
Tidak ada komentar