x

Dugaan Oknum Militer Terlibat Penembakan Warga Sipil di Lhokseumawe

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 17:32 8 redaksi

BANDA ACEH | RAKYAT ACEH – Dugaan keterlibatan oknum militer mencuat dalam kasus penembakan yang menewaskan seorang warga sipil di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, pada Senin dini hari, 10 November 2025.

Korban bernama Muhammad Nasir (48), seorang pedagang bakso dan sopir, tewas ditembak di dekat jembatan depan rumahnya sekitar pukul 00.12 WIB.

Menurut keterangan adik korban, Mukhlis Ismail, insiden terjadi begitu cepat. Dua pria tak dikenal datang menggunakan sepeda motor dan memanggil korban keluar dari rumah.

“Abang saya sedang istirahat. Dua orang datang lalu berbicara dari seberang jalan. Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam tanpa pelat nomor berhenti tidak jauh dari situ. Abang saya diminta mendekat, dan sesaat kemudian terdengar suara tembakan,” ujar Mukhlis kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (10/11).

Setelah melepaskan tembakan, mobil tersebut langsung melaju meninggalkan lokasi, diikuti dua pria bermotor. Warga sekitar mengaku mendengar dua kali letusan senjata api dari arah rumah korban.

Mukhlis menyebut abangnya dikenal sebagai sosok ramah dan tidak memiliki musuh.
“Selama ini tidak pernah ada ancaman. Kami hanya berharap polisi mengusut tuntas dan menangkap pelakunya,” tegasnya.

Informasi terbaru dari pihak keluarga menyebutkan, pelaku diduga berjumlah lima hingga enam orang. Sebagian di antaranya disebut dikenal oleh istri korban, dan ada diduga berasal dari kalangan militer.

Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan anggota TNI.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, didampingi Kasi Humas Salman Alfarisi, membenarkan adanya insiden tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan dua selongsong peluru di lokasi.

“Kami masih mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar TKP. Barang bukti akan dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan balistik guna memastikan jenis senjata yang digunakan,” ujar AKBP Ahzan kepada Rakyat Aceh, Senin sore (10/11).

Dari hasil penyelidikan awal, korban sempat dipanggil keluar dari warung kopi dekat jembatan sekitar tujuh meter dari lokasi sebelum akhirnya ditembak. Warga yang mendengar suara tembakan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

“Korban adalah warga sipil. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secepat mungkin dan menindak siapa pun yang terlibat,” tegas Kapolres.

Hingga Selasa pagi (11/11), polisi masih memeriksa saksi tambahan dan mendalami motif di balik penembakan yang mengguncang ketenangan warga Lhokseumawe tersebut. (adi/ra)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x