x

Eks Ketua KNPI Aceh Barat Desak PLN Adil Pemadaman Bergilir 

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Des 2025 05:29 24 redaksi

RAKYAT ACEH I MEULABOH – Sejumlah pelanggan PT PLN (Persero) di Kabupaten Aceh Barat mengharapkan adanya suplai arus listrik yang adil atau pemadaman bergilir terjadwal, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri menjelang pemadaman, seperti mengisi bak penuh air, memblender bumbu dapur, mencuci pakaian, dan rutinitas lainnya.

 

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Barat, Muhammadi, paham benar tentang keadaan Aceh – Sumut yang sedang mengalami musibah hingga terganggunya jaringan interkoneksi, namun alangkah bijaksana kondisi kekurangan daya tersebut disiasati dengan pemadaman bergilir serta terjadwal.

 

“Jika sekarang pemadaman sepihak, tidak bergilir, terjadwal dan merata,” jelas Muhammadi, di Meulaboh, Selasa (2/12/2025).

 

Curhatan pelanggan perusahaan listrik negara ini, tambah Muhammadi, sangat sering terdengar, baik protes secara lisan maupun cuitan melalui media sosial, sehingga terkesan ada beberapa permukiman atau gampong yang kurang mendapat perhatian.

 

“Yang penting pemadaman bergilir secara adil, pelanggan juga paham tentang kondisi kelistrikan kita usai bencana,” perjelas Muhammadi.

 

Salah seorang pelanggan, Dewi Ratna Yusuf, berdomisili di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, mengeluhkan tentang pemadaman listrik tanpa pemberitahuan dan terkesan tidak adil.

 

“Kami di Gampong Blang Beurandang ini, padam listrik sampai dua hari – dua malam, sudah bisa. Sementara di gampong lain, seperti seputaran Meulaboh, terlihat paling lama mati lampu seharian saja, kami seperti anak tiri,” keluh Dewi.

 

Terpisah, Edi, satu dari sejumlah petugas yang berada di layanan pelanggan dan pengaduan (ULP) PT. PLN (Persero) Meulaboh Kota, Jalan Geureute, Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menjawab simpel tentang penentuan dan pengaturan suplai arus listrik dari Banda Aceh.

 

“Suplai arus langsung dari Banda Aceh bukan dari sini,” jawabannya.(den)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x