Rakyat Aceh | Gayo Lues – Kabar duka dari Negeri Seribu Bukit. Sudah lima hari berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, namun bukannya membaik, kondisi daerah ini justru kian mencekam dan merana.
Akses utama menuju Gayo Lues kini terputus total akibat ratusan titik longsor dan amblasnya badan jalan. Buntutnya, pasokan bahan bakar minyak (BBM) pun terhenti, melumpuhkan seluruh upaya penanganan darurat.
Pekerjaan Alat Berat Terhenti, Ancaman Kelaparan Menghantui
BBM Putus Total: Kelangkaan BBM menjadi masalah krusial. Alat berat yang seharusnya membersihkan longsor kini tidak bisa bekerja, menghambat upaya pembukaan akses jalan utama.
Logistik dan Harga Melambung: Pasokan sembako mulai langka, dan harga kebutuhan pokok melonjak tinggi—sebuah pukulan telak bagi warga terdampak.
Ancaman Pemadaman Total: Listrik PLN terancam padam, dan jaringan komunikasi (sinyal) nyaris tidak berfungsi, membuat Gayo Lues terisolasi dari dunia luar.
Ribuan Pengungsi Belum Tersentuh Bantuan
Bencana ini telah memaksa sekitar 6.591 jiwa mengungsi. Ironisnya, karena putusnya akses jalan, distribusi bantuan sembako kepada para pengungsi ini belum dapat dilakukan.
“Kondisi ini menjadi permasalahan besar bagi Kabupaten Gayo Lues,” ungkap seorang pejabat daerah yang enggan disebut namanya. “Upaya kami menerobos longsor terhambat parah karena tidak adanya BBM.”
Waktu Kritis: Tiga Hari Menuju Bencana Kemanusiaan
Jika akses jalan utama tidak dapat ditembus dalam waktu tiga hari ke depan, situasi di Gayo Lues diprediksikan akan memasuki tahap kritis. Kelangkaan pangan dan BBM yang berkepanjangan mengancam ribuan warga Gayo Lues terancam kelaparan dan menghadapi bencana kemanusiaan yang lebih parah.
Tidak ada komentar