Foto : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi menyambagi pengungsi korban banjir di posko pengungsi Gedung Tgk Chik Pante Geulima.Rakyat Aceh| Meureudu – Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar Parawarsa, menyambangi pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Dalam kunjungannya itu, Khofifah turut membawa bantuan serta memantau desa-desa yang dihantam banjir bandang dan ditimbuni lumpur yang cukup tinggi.

Kunjungan Gubernur Jawa Timur ke Pidie Jaya itu, dilakukan Sabtu (6/12). Khofifah tiba di daerah yang salah satu terparah dihantam banjir bandang di Propinsi Aceh itu tiba di Pidie Jaya pada pukul 14.00 Wib yang disambut bupati setempat Sibral Malasyi.
Usai diterima di posko penanggulangan bencana Bupati Pidie Jaya, Kapolres, anggota DPR-A, Aiyub Abbas dan menyerahkan bantuan yang dibawa langsung Gubernur Jawa timur tersebut, Khofifah kemudian mengunjungi tempat pengungsi korban banjir yang ada di gedung Tgk Chik Pante Geulima yang ada di komplek Kantor Bupati Pidie Jaya.
Di titik pengungsian itu, terdapat 1000 lebih pengungsi dari dua desa dalam Kecamatan Meureudu. Kedua desa yang mengungsi di gedung tersebut berasal dari desa Beurawang dan Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu.
Kedua Desa tersebut mereupakan desa yang terparah dihantam banjir bandang. Di mana usai bajir surat, pemukiman penduduk dan rumah warga tertimbun lumpur yang dibawa arus banjir setinggi dua meter lebih.
Dilokasi pengungsi Desa Beurawang dan Desa Manyang Cut, Gubernur Jawa Timur yang didampingi Bupati Pidie Jaya, menyapa masyarakat serta anak-anak yang mengungsi di sana.
” Kedatangan saya kemari mewakili rakyat Jawa Timur, adalah untuk menjalin tali kasih antara masyarakat Jawa Timur dengan masyarakat Pidie Jaya yang tengah terkena musibah. Dalam kedatangan kali ini, kami turut membawa sedikit bantuan untuk masyarakat Pidie Jaya, bantuan itu berupa logistik, sarung, mukena,” ujar dia.
Dengan bantuan yang datang dari berbagai pihak, Khofifah berharap kepada masyarakat Pidie Jaya dapat melalui masa darurat bencana dengan baik dan tabah. Ia mengatakan, akan mengirimkan obat-obatan untuk pengungsi. Karena dari yang dia saksikan para pengungsi sudah mulai diserang penyakit, terutama anak-anak yang diserang demam.
Khofifah juga mengatakan, bantuan yang disumbangkan Pemerintah Jawa Timur untuk bencana banjir bandang Aceh adalah senilai Rp 3,8 miliar. Dan untuk Kabupaten Pidie Jaya karena daerahnya mudah dijangkau turut dibawa bantuan berupa barang.
Usai melihat langsung kondisi pengungsi di gedung yang diinisiasikan pembangunannya saat bencana gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu saat dia menjabat Menteri Sosial RI, Khofifah bergerak ke desa-desa yang parah dihantam banjir bandang.
Di desa desa tersebut, saat ini pemukiman dan rumah penduduk masih tertimbun lumpur tanah yang dibawa bajir. Masyarakat terlihat tengah membersihkan pekarangan dengan alat seadanya. (San).
Tidak ada komentar