x

Hanyut di Sungai Bidin, Jenazah Warga Bener Meriah Ditemukan di Tembolon

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Jan 2026 15:23 19 redaksi

RAKYAT ACEH | REDELONG – Jenazah seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Bidin akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (31/12) pagi. Korban ditemukan di Dusun Mantam, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, sekitar lima kilometer dari lokasi awal diduga hanyut.
Korban diketahui bernama Samsul Bahri atau aman Fajri (63), seorang petani yang berdomisili di Kampung Wih Tenang Uken, Kecamatan Permata. Kepastian identitas korban disampaikan Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., setelah proses pencarian intensif oleh tim gabungan.

“Korban dilaporkan hanyut pada Selasa malam, 30 Desember 2025. Setelah dilakukan penyisiran bersama Basarnas dan masyarakat, jenazah ditemukan sekitar pukul 10.18 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” kata AKBP Aris Cai.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polsek Syiah Utama, Basarnas Kabupaten Bener Meriah, serta relawan masyarakat dari Kampung Tembolon dan Kampung Wih Tenang Uken. Penyisiran dimulai dari aliran Sungai Bidin di wilayah Blang Terujak hingga Dusun Mantam.

Saat ditemukan, jenazah korban berada di aliran sungai dengan kondisi sebagian tubuh tertimbun pasir. Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan kendaraan menuju Jembatan Kanis, Kecamatan Bandar, sebelum dibawa dengan ambulans ke kampung halaman korban di Kecamatan Permata untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Bener Meriah menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut dipastikan sebagai kecelakaan murni.
“Korban diduga terseret arus Sungai Bidin saat menyeberang menggunakan tali seling. Saat kejadian, debit air sungai meningkat akibat curah hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.
Kapolres juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim hujan ketika arus dan debit air berpotensi meningkat. (uri/mar)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x