x

Harga Emas Melonjak, Pegadaian Ajak Pemuda Aceh Siapkan Mahar Lewat Tabungan Emas Mulai Rp10 Ribu di Aplikasi Tring!

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Jan 2026 16:56 33 redaksi

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Di tengah tren harga emas yang terus melonjak, PT Pegadaian mengajak pemuda Aceh untuk mulai menyiapkan masa depan, termasuk kebutuhan mahar pernikahan, melalui tabungan emas digital menggunakan aplikasi Tring yang dapat dimulai hanya dengan Rp10 ribu.

Ajakan tersebut disampaikan Deputi Bisnis Kantor Area Pegadaian Aceh, Joko Prasetyo, dalam kegiatan Festival Tring Aceh yang digelar di Suzuya Mall Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).

Joko menjelaskan, Festival Tring Aceh merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang hampir dilaksanakan di seluruh area Selindu. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan transformasi digital Pegadaian sekaligus memberikan edukasi investasi kepada masyarakat, khususnya terkait manfaat dan keunggulan aplikasi Tring.

Selama Festival Tring Aceh berlangsung, Pegadaian juga menggratiskan biaya pembukaan tabungan emas selama dua hari. Nominal tabungan bebas, mulai dari Rp10.000, dan dapat dilakukan kapan saja.

Tabungan emas di Tring juga dapat dicetak menjadi emas fisik, digadaikan, maupun ditransfer ke sesama pengguna. Bahkan, pengambilan emas fisik dapat dilakukan melalui ATM emas Pegadaian yang telah tersedia di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Melalui Festival Tring, kami ingin mendekatkan Pegadaian dengan masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya investasi, terutama tabungan emas yang kini bisa diakses secara digital,” ujarnya.

Menurutnya, aplikasi Tring memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan Pegadaian tanpa harus datang ke kantor atau membawa uang tunai maupun barang fisik. Layanan ini dapat digunakan selama 24 jam, layaknya mobile banking di perbankan.

“Di Tring, masyarakat bisa menabung emas, melakukan jual beli emas, menggadaikan emas, membayar angsuran, hingga berbagai pembayaran lainnya,” kata Joko.

Selain layanan investasi, Tring juga dapat digunakan untuk transaksi non-investasi seperti pembelian pulsa, token listrik, pembayaran listrik, air, dan telepon. Seluruh transaksi tersebut dapat dilakukan melalui satu aplikasi.

Joko menyebutkan, sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2015, Tring mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan kehadiran Tring, Pegadaian ingin semakin memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas.

“Hanya dengan Rp10.000, masyarakat sudah bisa mulai menabung emas. Tidak harus besar, yang penting konsisten,” ujarnya.

Di Aceh, khususnya Area Banda Aceh, Joko menyebut penggunaan Tring untuk investasi emas tergolong tinggi. Pada tahun 2025, Area Banda Aceh bahkan masuk 10 besar pengguna Tring terbanyak di wilayah Selindu.

Terkait mekanisme tabungan emas, Joko menjelaskan bahwa dana yang disetorkan langsung dikonversi menjadi emas berdasarkan harga pada hari transaksi. Melalui fitur jual dan beli di aplikasi Tring, nasabah dapat langsung mengetahui jumlah emas yang diperoleh.

“Ketika harga emas naik, nilai tabungan emas otomatis ikut naik. Uang tidak berkurang, justru mengikuti kenaikan harga emas,” jelasnya.

“Januari ini saja harga emas sudah naik sekitar 17 persen, dan sepanjang tahun lalu kenaikannya mencapai sekitar 68 persen. Ini peluang besar bagi masyarakat,” sambungnya.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa Aplikasi Tring sendiri diluncurkan setelah Pegadaian ditunjuk sebagai bullion bank pada 27 Februari 2025. Proses pendaftarannya dinilai mudah, cukup mengunduh aplikasi, mengisi data diri, dan menautkannya dengan akun Pegadaian.

“Menabung uang sudah biasa, tapi menabung emas itu luar biasa. Di Banda Aceh, harga emas per mayam sudah mendekati Rp10 juta. Ini sangat bermanfaat, termasuk untuk persiapan mahar pernikahan,” ujar Joko.

Karena itu, ia mengajak para pemuda Aceh untuk mulai membuka tabungan emas sejak dini.

“Tidak ada kata terlambat. Yang penting mulai sekarang dan konsisten,” pungkasnya. (Sep)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    x